nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makanan Sehat Identik dengan Rasa yang Tidak Enak? Begini Cara Menyiasatinya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 23:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 26 298 1956105 makanan-sehat-identik-dengan-rasa-yang-tidak-enak-begini-cara-menyiasatinya-8x3G7UKDp8.jpg Chicken Salad (Foto: Food & Wine)

MENJAGA kesehatan tubuh dengan maksimal, adalah salah satu bentuk rasa syukur manusia terhadap anugerah yang Tuhan telah berikan.

Sebab, tanpa adanya tubuh yang sehat, materi sebanyak apapun tidak akan membuat seseorang bisa merasa bahagia dan menjalani segala aktivitasnya secara total? Atau dengan kata lain, tanpa kesehatan tubuh maka semua yang dimiliki akan terasa sia-sia.

Salah satu upaya paling mendasar dalam menjaga kesehatan tubuh ialah dengan memperhatikan jenis makanan apa yang dikonsumsi. Semua orang rasanya sudah paham jika makan makanan sembarangan, bisa menimbulkan efek negatif pada kesehatan tubuh baik itu sakit jangka pendek ataupun sakit jangka panjang di kemudian hari.

Akan tetapi di sisi lain, kita sebagai masyarakat awam pasti lekat dengan imej bahwa yang namanya makanan sehat itu adalah sajian makanan yang jauh dari kata lezat. Makanan sehat, tidak disangkal sering dipandang sebagai makanan yang “tasteless” tidak memiliki cita rasa yang mampu menggugah selera makan atau dengan kata lain, alias tawar.

Eits, sebaiknya jangan keburu skeptis dulu dengan varian makanan sehat. Sebab, dengan segala kreasi yang ada, makanan sehat pun bisa hadir sebagai makanan enak yang memiliki cita rasa seperti menu makanan umum lainnya. Seperti salah satu contohnya, di zaman kekinian seperti sekarang ini, kita bisa memilih makanan sehat dalam bentuk seperti smoothie bowl, namun berisi satuan menu lengkap mulai dari karbohidrat baik seperti pasta, quinoa brown rice, protein dari dada ayam, ikan dori, steak rib-eye, ikan salmon, lalu saus dressing contohnya saus balsamik, sambal matah, saus alfredo, chimichurri, saus lemon, sayur-sayuran hingga taburan dari bawang goreng hingga granola yang semuanya bisa diracik sendiri.

Sekilas, konsep bebas meracik menu makanan sendiri ini sama dengan konsep yang ditawarkan oleh “warteg” yang begitu familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Bedanya, “warteg” ini lebih berkonsep sebagai “warteg sehat” di mana semua menu yang ada akan ditampilkan, dan pelanggan dapat memilih sesuka hati menu apa yang dinginkan dengan bowl milik masing-masing.

Lalu apakah menu makanan sehat seperti ini bisa dibuat sendiri di rumah? Menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya pada Renata Moeloek, selaku chef dari “Fedwell”.

“Bisa enggak bikin makanan sehat di rumah kayak di sini, bisa-bisa saja sih. Semua sayur kita 90persen itu di tukang sayur ada, sayur lokal kok. Kenapa di sini pakai bahan organik, karena proses memasak kita yang sebentar. Misalnya brokoli yang bagus, dikukus tiga menitan juga sudah oke. Untuk rasa, mungkin untuk orang-orang yang lidahnya bersih banget, organik dan non-organik berasa. Tapi menurut saya organik non- organik rasanya enggak jauh beda,” ungkap Renata saat ditemui, Rabu (26/9/2018) di kawasan Jakarta Selatan.

Renata melanjutkan, untuk lauk seperti ikan dan daging cara memasaknya pun cukup diolah sederhana dan tidak terlalu memakai banyak bumbu.

“Ikan dori dan salmon itu bisa dipanggang di oven, cukup dibalurin pakai minyak zaitun sudah deh kelar. Lalu untuk daging, pertama kita cured dulu kita keluarin semua cairannya biar kering baru kita masukkin ke oven bersuhu 350 derajat, dua menitan kan sudah kecoklatan tuh nah turunin deh suhunya,” tambahnya.

Terakhir, untuk taburan pelengkap yang namanya semangkuk makanan sehat pun bisa dikonsumsi tidak hanya dengan granola, quinoa, ataupun seed tetapi juga bersama taburan standar seperti bawang goreng. “Pakai taburan bawang goreng, yang mana dimasaknya tetap pakai minyak zaitun itu salah satunya ingin nunjukkin kalau makanan sehat itu tidak melulu enggak enak rasanya, tasteless hambar gitu. Sebenarnya kan makanan sehat itu maksudnya penuh nutrisi lengkap, ada karbo baik, sayur, dan protein. Makanan sehat itu bukan berarti harus enggak enak, karena makanan sehat itu bisa diolah tetap jadi makanan yang enak ada rasanya,” tutup Renata.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini