nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rakornas Pariwisata III, Menpar Paparkan Nilai Investasi dan Pembiayaan Sektor Pariwisata

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 21:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 406 1956089 rakornas-pariwisata-iii-menpar-paparkan-nilai-investasi-dan-pembiayaan-sektor-pariwisata-sm4X1DjhJP.JPG Wisata di Uluwatu, Bali (Foto: Utami Evi Riyani/Okezone)

RAPAT Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III Tahun 2018 digelar oleh Kementerian Pariwisata. Rakornas ini dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Hotel Raffles Jakarta, Rabu pagi (26/9/2018).

Rakornas kali ini digelar dalam rangka mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan peningkatan realisasi investasi sektor pariwisata pada 2019. Adapun tema yang diangkat adalah Investasi dan Pembiayaan.

Rakornas Pariwisata III akan berlangsung selama dua hari (26 dan 27 September 2018). Pada hari pertama, Arief Yahya memaparkan tentang pariwisata yang ditetapkan sebagai leading sector oleh Presiden Joko Widodo. Sebagai sektor andalan, pariwisata ditargetkan dapat menghasilkan devisa hingga 20 miliar dolar AS dari kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada 2019.

 (Baca Juga:Sengaja Duduki Buaya, Turis Denmark Ini Diprotes Netizen)

"Tahun 2018 industri pariwisata jadi penghasil devisa terbesar. Industri yang paling mudah dan paling murah untuk dapat devisa," jelas Menpar Arief di hadapan 600 peserta dari unsur akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan media (Pentahelix).

 

(Turis di Uluwatu, Bali/ Foto: Utami/Okezone)

Arief menjelaskan bahwa selama periode 2019-2024, dibutuhkan investasi sektor pariwisata yaitu 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, dan 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha, serta program pembangunan 100.000 homestay dengan melibatkan UKM pariwisata. Ia juga mengungkapkan bahwa sampai 2024, sektor pariwisata membutuhkan investasi dan pembiayaan sebesar Rp500 triliun.

"Rp500 triliun itu sampai 2024, 5 tahun mendatang. Untuk Bali Baru kita butuhnya Rp20 miliar dolar," ujarnya.

(Labuan Bajo/ Foto: Utami/Okezone)

 (Baca Juga:Rihanna Jadi Duta Besar, Pariwisata Barbados Akan Kian Dikenal Dunia)

Ia melanjutkan, ada tiga isu kebutuhan pembiayaan yang diperlukan dalam mendukung sektor pariwisata yakni kebutuhan pembiayaan untuk membangun 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP); kebutuhan pembiayaan Usaha Homestay (2018-2019); serta kebutuhan pembiayaan Usaha UMK Pariwisata (KUR Khusus Pariwisata).

“Untuk homestay membutuhkan investasi Rp2 triliun dan Usaha UMK Pariwisata (KUR Khusus Pariwisata) Rp25 triliun. Tahun ini jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pariwisata sebanyak 6,7 juta pelaku usaha,” kata Arief Yahya.

Investor-investor dari China berada di posisi terbanyak kedua yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Menurut Arief, investasi yang mereka minati ada pada bidang hotel, akomodasi lainnya, dan restoran.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini