nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

David Ralph, Profesor yang Berhasil Ciptakan Penis Bionic

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 09:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 481 1955681 david-ralph-profesor-yang-berhasil-ciptakan-penis-bionic-JWEGDfNVX1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ALAT kelamin adalah sebuah organ yang paling vital bagi manusia. Selain berfungsi sebagai sistem reproduksi, alat kelamin juga memiliki fungsi untuk berhubungan seks dengan pasangan Anda.

Namun, apa jadinya jika Anda tidak memiliki alat kelamin? Tentunya banyak hal yang tidak dapat dilakukan secara normal dan membuat Anda minder di hadapan orang lain.

Meski sedikit aneh, namun beberapa orang yang bernasib kurang beruntung memang tidak memiliki alat kelamin. Profesor David Ralph yang merupakan spesialis rekonstruksi genital pria berhasil menciptakan penis untuk beberapa pria malang di dunia.

Kini, sejumlah pasiennya berhasil memperoleh kebahagiaan berkat kerja keras dan penemuannya dalam menciptakan alat kelamin. "Jika Anda memulai dengan cukup banyak, apa pun yang Anda dapatkan akan menjadi perbaikan,” tutur Profesor Ralph, sebagaimana dilansir dari The Sun, Rabu (26/9/2018).

Baca Juga: 7 Fakta Film Porno yang Tak Perlu Anda Tiru, Itu Semua Cuma Akting!

Profesor Ralph adalah orang yang mampu menciptakan "penis bionik" seharga 50 ribu poundsterling atau setara dengan Rp962 juta untuk Andrew Wardle. Pria kelahiran Manchester, ini mengaku dirinya telah kehilangan kejantanannya di usia 45 setelah dilahirkan tanpa alat kelamin karena satu dari 20 juta kelainan kelahiran.

Andrew adalah salah satu dari orang yang telah dioperasi oleh Profesor Ralph, sejak dia mulai bekerja sebagai ahli bedah pada 1998 di University College Hospital London.

Nah, 20 tahun sejak itu Prof Ralph memperkirakan bahwa dia telah membuat 130 pria sangat bahagia dalam waktu satu bulan. Dia juga telah melakukan lebih dari 1.000 operasi pada pasien transgender yang telah beralih dari wanita menjadi pria.

Sebagai salah satu dari beberapa konsultan di Inggris yang bekerja sebagai phalloplasty dalam menangani konstruksi atau rekonstruksi ahli bedah penis. Profesor Ralph memilih disiplin yang tidak biasa karena kepuasan kerja dan keragamannya.

"Phalloplasty selalu bermuara pada operasi yang sama, tetapi untuk banyak alasan yang berbeda. Saya melihat veteran perang yang kehilangan penis karena ranjau darat, pasien kanker penis dan anak-anak seperti Andrew yang lahir dengan kelainan genitalia. Saya juga telah melihat pasien yang telah memotong penis mereka sendiri dalam kasus psikotik,” tutur Profesor Raplh.

Baca Juga: 5 Penyebab Mr P Sering Alami Gatal, Kebanyakan Masturbasi Salah Satunya

(Kulit penis diambil dari kulit tangan)

Pasien Profesor Ralph lainnya adalah Mohammed Abad, yang berusia 44 tahun. Dia kehilangan penisnya ketika baru berusia enam tahun, setelah terseret sepanjang jalan di bawah mobil yang bergerak dalam kecelakaan lalu lintas.

"Saya merasa brilian saat ini. Profesor Ralph telah mengubah saya sebagai seseorang sepenuhnya, karena tiga tahun lalu saya bahkan tidak bisa berbicara dengan orang lain,” tegas Mo.

Meski demikian, operasi pembuatan penis bionic tidaklah semudah yang dibayangkan. Operasi ini cukup menyulitkan dan membutuhkan tiga atau empat operasi selama beberapa bulan. Pertama, penis baru harus dibuat menggunakan kulit dari lengan bawah dan kaki bagian atas atau perut.

“Lengan bawah adalah standar standar terbaik karena kulit lebih bagus dan kulit tersebut memiliki lebih banyak sensasi,” terang Profesor Ralph.

Setelah dipanen, ia kemudian menggulirkan kulit itu ke dalam bentuk lingga dan melekat pada tubuh dengan sangat telaten. Operasi rumit ini bisa berlangsung hingga sepuluh jam.

"Kami menggunakan mikroskop untuk menggabungkan pembuluh darah dan saraf sehingga Anda memiliki sensasi sensitif dan kami juga menggabungkan dengan saluran air pada tahap ini. Kami juga cenderung memasukkan penis asli, jika mereka memilikinya, ke dalam phallus yang baru dibangun,” tambah Profesor Ralph.

Operasi terakhir melibatkan penempatan implan penis, yang memungkinkan ereksi. Proses ini dibagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari sebuah silinder yang ditempatkan di dalam penis. Kemudian ada sebuah "reservoir" cairan kecil di dalam perut dan akhirnya sebuah pompa yang ditempatkan di dalam skrotum.

"Ketika Anda menekan pompa, Anda memindahkan cairan dari reservoir ke dalam silinder di dalam penis yang menyerupai ereksi. Lalu ketika mereka selesai melakukan hubungan seks, ada tombol kecil yang Anda tekan dan cairan pun bisa keluar kembali,” tegas Profesor Ralph.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini