nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luangkan Waktu 30 Menit Setiap Hari untuk Coba Trik Ampuh Berhenti Merokok Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 481 1955711 luangkan-waktu-30-menit-setiap-hari-untuk-coba-trik-ampuh-berhenti-merokok-ini-eUdYANFdUU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BERHENTI merokok itu sulit. Namun, bukan berarti mustahil kalau Anda benar-benar membulatkan tekad. Ketahui saja bahwa penyakit-penyakit akibat rokok setidaknya telah merenggut 235 ribu jiwa per tahun di Indonesia. Nah! Salah satu cara berhenti merokok yang paling sederhana, murah meriah, dan terbukti efektif yang bisa Anda lakukan mulai detik ini adalah olahraga. Rutin berolahraga dapat menyetop gejala ngidam kembali merokok saat Anda sudah setengah jalan menuju hidup bebas nikotin.

Kenali tanda-tanda sakau rokok

Gejala sakau rokok biasanya muncul paling parah di minggu-minggu pertama Anda mulai berhenti merokok. Masa inilah yang paling rentan membuat (calon) mantan perokok akhirnya tergoda untuk kembali “Sebat (sebatang rokok-red) dulu deh!”.

Kalau Anda sudah mantap untuk setop merokok sekali untuk selamanya, maka Anda perlu mengenali berbagai gejala sakau rokok yang mungkin muncul dan mengatasinya sebelum mereka benar-benar menghantui Anda.

Berhenti merokok menimbulkan gejala yang berbeda-beda setiap orang, namun biasanya cukup mengganggu untuk melakukan aktivitas rutin. Hal ini dapat memengaruhi kondisi fisik atau psikologis seseorang.

Gejala fisik yang muncul ketika Anda mulai berhenti merokok:

- Mengalami gejala seperti flu; sakit tenggorokan dan batuk.

- Sensasi dingin pada bagian terujung tubuh (jari tangan dan kaki, puncak kepala).

- Merasa lemas.

- Pusing.

- Nafsu makan meningkat.

- Mual dan perut kram.

- Sakit kepala.

- Berkeringat tanpa sebab.

- Mulut asam dan pahit.

berhenti merokok

Sementara efek emosional dan psikologis yang mungkin muncul sejak seminggu pertama berhenti merokok adalah:

- Perubahan mood drastis (mood swings); cepat marah, cepat frustrasi, tidak sabar, mudah tersinggung.

- Sulit berkonsentrasi.

- Insomnia.

- Ngidam yang tak tertahankan untuk merokok lagi.

- Gejala-gejala depresi.

- Kecemasan dan kebosanan.

- Bagaimana olahraga bisa bantu Anda berhenti merokok

- Meski terdengar klise, nyatanya mengubah kebiasaan buruk (dalam hal ini, merokok) dengan sebuah kebiasaan yang lebih baik (olahraga) adalah strategi terbaik untuk mulai berhenti merokok. Gambaran besarnya, rutinitas baru tersebut dapat memperbaiki mood dan membantu mengalihkan pikiran Anda dari rokok. Olahraga rutin juga membuat tubuh lebih berenergi sehingga tidak memunculkan kebutuhan akan merokok kembali.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini