nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Bijak Konsumsi Antibiotik, Penyakit Justru Jadi Kebal Terhadap Obat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 13:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 481 1955717 tidak-bijak-konsumsi-antibiotik-penyakit-justru-jadi-kebal-terhadap-obat-mRvvqAwrnf.jpg Waspada penyalahgunaan antibiotik (Foto:Rebootwithjoe)

SEBAGIAN besar manusia di dunia pasti pernah menggunakan antibiotik di dalam hidupnya. Ya, antibiotik dinilai sebagai salah satu obat-obatan yang paling efektif untuk mengurangi peradangan.

Alhasil banyak orang yang kerap membeli dan mengonsumsi antibiotik tanpa menggunakan resep dokter. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan besar. Apakah sebenarnya tubuh membutuhkan antibiotik ketika sakit?

Jika Anda berkunjung ke klinik atau rumah sakit, dokter biasanya memberikan resep obat yang salah satunya terdiri dari antibiotik. Antibiotik sengaja diresepkan dokter dalam upaya menghindari infeksi yang lebih besarĀ  yang bisa memperburuk kesehatan Anda.

Antibiotik secara teknis digunakan untuk mengobati penyakit dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Banyak antibiotik yang muncul pertama kali digunakan untuk mengobati pilek atau flu, yang disebabkan oleh virus.

Namun, sebenarnya tidak ada gunanya mengonsumsi suplemen antibiotik untuk mengobati flu. Justru dengan mengonsumsi ini, tubuh menjadi bereaksi dan lebih berbahaya daripada orang yang tidak mengonsumsi antibiotik.

Banyak orang percaya bahwa obat-obatan antibiotik sering disalahgunakan dan berdampak negatif pada fungsi tubuh. Terlepas dari efek samping yang berisiko, antibiotik juga kerap disalahgunakan hingga menyebabkan tubuh tahan terhadap berbagai jenis penyakit lain.

Melansir dari Times of India, Rabu (26/9/2019), tubuh orang yang sering mengonsumsi antibiotik akan terbiasa dengan dosis obat-obatan ini. Obat ini akan mengembangkan resistensi antibiotik karena bakteri akhirnya menolaknya dan pada saat penyakit atau pengobatan menjadi semakin serius, antibiotik terbukti menjadi tidak efektif.

(Baca Juga: Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?)

(Viral, Video Wanita Muda Perintahkan sang Ibu Bersihkan Kaki yang Kotor)

(Baca Juga: Suara Merdu Malea Emma Tjandrawidjaja Memikat Hati Ibrahimovic)

Sebuah penelitian baru telah membuktikan bahwa antibiotik juga berdampak pada usus. Mereka akan merusak sel-sel kekebalan dan membuat Anda lebih mudah tertular penyakit-penyakit virus.

Tubuh seseorang sudah memiliki stok sel darah putih yang baik akan meningkatkan kekebalan dan melawan infeksi secara alami. Akan tetapi, ketika antibiotik dikonsumsi, bakteri baik di usus akan mati dan semakin menguras kemampuan sel darah putih (leukosit) dalam melawan infeksi.

Hal yang sama juga diamati dalam penelitian ketika ketergantungan pada obat-obatan menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan yang membuat organ-organ menjadi rentan.

Oleh karena itu, Anda harus lebih berhati-hati dan membeli obat sesuai dengan apa yang diresepkan oleh dokter. Dokter juga harus memberikan dosis yang tepat dan mengkaji ulang obat apakah yang tidak diperlukan untuk menangkal infeksi.

Antibiotik yang diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri harus diselesaikan selama durasi kursus. Untuk sisanya, biarkan tubuh Anda melakukan pekerjaannya sendiri.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini