Bahaya Kesetrum Hingga Sebabkan Kematian, Bagaimana Penanganan & Pencegahannya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 26 481 1955922 bahaya-kesetrum-hingga-sebabkan-kematian-bagaimana-penanganan-pencegahannya-KIQk2jAslN.jpg Bahaya kesetrum bisa sebabkan kematian (Foto:Electrocouted)

TERSENGAT aliran listrik alias kesetrum bisa dialami siapa saja kalau tidak berhati-hati. Sengatan listrik terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan sumber energi listrik.

Seperti yang dialami oleh mendiang kakak kandung penyanyi Syahrini, Ridwan Zaelani, yang pada 25 September kemarin meninggal akibat tersengat aliran listrik berkekuatan tinggi. Apa sebenarnya yang dialami tubuh ketika kesetrum hingga bahkan bisa menyebabkan kematian?

Dilansir Okezone dari laman Web MD, Rabu (26/9/2018), energi listrik yang mengalir melalui sebagian tubuh menyebabkan kejutan. Paparan energi listrik dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kerusakan yang menghancurkan hingga kematian, sementara luka bakar adalah luka yang paling umum dari peristiwa sengatan listrik.

Perlu diketahui pula, banyak variable yang menentukan cedera akibat sengatan listrik, variable ini termasuk arus AC atau DC, jumlah arus ditentukan oleh tegangan sumber dan hambatan dari jaringan yang terlibat, dan jalur listrik yang melalui tubuh. Selain itu, tidak semua aliran listrik dapat menyebabkan sengatan listrik atau kesetrum, pasalnya listrik dengan tegangan rendah kurang dari 500 volt biasanya tidak membuat cedera, tapi yang lebih tinggi dari itu berpotensi menimbulkan kerusakan serius.

Apabila Anda menemukan atau dihadapkan pada peristiwa kesetrum, tentu penting untuk sangat berhati-hati, sebab bisa saja Anda jadi korban kedua dari sengatan listrik yang serupa. Jika garis tegangan jatuh ke tanah, mungkin ada lingkaran arus yang menyebar keluar dari ujung garis, jalan terbaik memang menelpon bantuan darurat.

 Ini Kronologi Kakak Syahrini Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja

Pada kasus sengatan listrik yang dialami anak-anak, biasanya mereka rentan tersengat aliran listrik tegangan rendah 100-220 volt, yang ditemukan dalam arus listrik rumah tangga. Lebih lanjut, anak yang masih berusia 12 tahun atau lebih kecil, alat-alat elektronik atau kabel listri yang bisa menyebabkan sengatan listrik dan cedera sekira 63 persen dalam satu penelitian.

Dalam merawat orang yang terkena sengatan listrik, kita tidak boleh asal, karena lukanya berbeda dengan kecelakaan lain yang masih berada di kawasan rumah. Masih dari sumber yang sama, guncangan tegangan rendah dan singkat biasanya tidak memerlukan perawatan jika tidak ada luka bakar atau syok. Namun, jika korban syok karena listrik bertegangan tinggi, memiliki luka bakar, maka cari perawatan di bagian gawat darurat rumah sakit.

Sengatan listrik memang bisa terjadi kapan saja, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Bagi kamu yang sudah menjadi orangtua, sebagian peristiwa kesetrum pada anak terjadi karena kabel listrik, maka periksalah kabel daya dan kabel ekstensi, dan ganti kabel yang telah mencuat komponennya.

 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Selanjutnya, jangan biarkan anak-anak bermain dengan kabel listrik apa pun, batasi penggunaan kabel ekstensi dan pastikan kabelnya diberi nilai arus terukur dalam amp, yang akan ditarik oleh perangkat yang diberi daya, gunakan pernutup saluran keluar untuk melindungi bayi dari menjelajahi outlet listrik, perbarui outlet listrik yang sudah tua. Sedangkan, untuk orang dewasa, orang yang bekerja dengan listrik selalu memeriksa daya dimatikan sebelum mengerjakan sistem kelistrikan, hindari penggunaan perangkat listrik di dekat air, dan hati-hati berdiri di air ketika bekerja dengan listrik.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini