nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Terkena Penyakit Neuropati Sensorik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 481 1955971 orang-bertubuh-tinggi-lebih-berisiko-terkena-penyakit-neuropati-sensorik-WyLIE9OxwR.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

MEMILIKI tubuh tinggi dan berat badan ideal mungkin menjadi idaman banyak orang. Apalagi jika Anda bercita-cita menjadi model, yang mana dua hal itu menjadi poin yang cukup penting dalam berkarier.

Tapi, ada hal yang harus diketahui terkait dua kondisi tubuh tersebut. Poin pertama adalah masalah berat badan. Kita semua tahu bahwa ketika tubuh Anda terlalu kurus, maka itu akan menjadi bumerang bagi tubuh. Terlebih untuk bisa menjadi kurus Anda harus berkorban kesehatan.

Nah, hal serupa juga ternyata terjadi pada mereka yang memiliki tubuh tinggi. Dijelaskan Ahli Neurologi FKUI Dr. dr. Fitri Octaviana, Sp.S(K)., M.Pd.Ked, mereka yang punya tubuh tinggi, punya risiko tinggi juga pada masalah kesehatan Neuropati Sensorik (NS). Tapi, jangan beranggapan bertubuh tinggi itu salah.

 (Baca Juga:Bahaya Kesetrum Hingga Sebabkan Kematian, Bagaimana Penanganan & Pencegahannya)

"Sebab, yang dimaksud berisiko di sini adalah mereka yang bertubuh tinggi tapi juga ada faktor yang mendasari, misalnya saja memang ada masalah diabetes melitus atau mereka yang merupakan pasien HIV," kata Dr. Fitri pada Okezone di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

 

Dokter Fitri melanjutkan, ada penjelasan ilmiah kenapa mereka yang memiliki tubuh tinggi memiliki faktor risiko neuropati sensorik.

"Mereka yang memiliki tubuh tinggi berarti memiliki saraf nervus tibialis (saraf terpanjang di dalam tubuh manusia), nah karena badannya tinggi, ya, otomatis sarafnya pun semakin tinggi," paparnya.

Lalu, bagaimana kemudian tinggi badan, saraf nervus tibialis, dan masalah NS berkesinambungan?

 (Baca Juga:Sempat Dituduh Miliki Bokong Palsu, Dewi Perssik Tunjukkan Rutinitas Olahraganya)

Dijelaskan Dr Fitri, karena kondisi tubuh orang tinggi memiliki saraf nervus tibialis yang lebih panjang, yang mana selubung saraf ini memang lebih rentan terhadap gangguan dari luar, makanya dia berisiko terserang penyakit NS. Sekali lagi, tegas Dr Fitri, kondisi ini hanya dialami pada mereka yang tubuhnya tinggi dan punya masalah diabetes atau memiliki kelainan metabolis seperti gangguan ginjal.

"Penelitian mengenal masalah ini secara molekuler memang belum ada, tapi fakta medis menjelaskan bahwa selubung saraf pada nervus tibialis di tubuh orang yang tinggi lebih rentan terkena gangguan. Salah satu tandanya adalah masalah NS ini," ungkap Dr Fitri.

Perlu Anda ketahui, dalam disertasi penelitian berjudul "Faktor-faktor yang Memengaruhi Neuropati Sensorik pada Pasien HIV yang Mendapatkan Terapi Antiretroviral Tanpa Stavudin: Peran Inflamasi Lokal dan Sistemik" dijelaskan bahwa masalah NS ini merupakan suatu gejala yang kompleks akibat kerusakan saraf perifer seperti cidera traumatik, diabetes, infeksi, penggunaan obat neurotoksik, gangguan imunitas, atau gangguan metabolik.

Masalah ini bisa dikenali dengan munculnya gejala seperti nyeri disertai rasa panas, kesemutan, atau baal yang terjadi bisa setiap hari selama pasien tidak melakukan tindakan pengobatan. Kalau masalah ini tidak diselesaikan, maka yang terjadi adalah penurunan produktivitas karena gangguan nyeri berlebih itu sendiri.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini