nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemeriahan Festival Suling Tambur Raja Ampat 2018 Bikin Turis Asing Terpesona

Chanry Andrew S, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 11:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 27 406 1956231 kemeriahan-festival-suling-tambur-raja-ampat-2018-bikin-turis-asing-terpesona-3IcrEguDzc.jpg Festival Suling Tambur Raja Ampat 2018 (Foto:Andrew Chan)

KEPULAUAN bahari Kabupaten Raja Ampat tak hanya terkenal dengan pesona alam baharinya yang telah mendunia, namun juga seni dan budaya masyarakat adat Raja Ampat yang sangat diminati para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Salah satunya adalah festival musik tradisional khas Raja Ampat, yakni Pesona Suling Tambur Raja Ampat, yang digelar Pemda Kabupaten Raja Ampat, di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat,  24 hingga 26 September 2018. Di mana Festival Suling Tambur tahun ini merupakan kali kedua yang digelar pemerintah daerah setempat.

Acara Festival Suling Tambur 2018 ini dibuka secara langsung oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Maikel Wattimena serta para muspida di Lapangan Meteor, Kampung Kabare, Distrik Waiego Utara, Kabupaten Raja Ampat, Senin (24/9/2018).

Kegiatan Festival Pesona Suling Tambur ini dilakukan demi mempertahankan diri sebagai destinasi wisata beken di Tanah Air, khusunya di Kabupaten Raja Ampat yang juga terkenal dengan eksotisme alam baharinya.

Festival Suling Tambur 2018 dan pagelaran tarian adat tradisional masyarakat Raja Ampat ini dimeriahkan dengan pementasan tarian gale-gale yang merupakan tarian adat masyarakat Kampung Kabare yang sudah hampir punah.

Tarian gale-gale ini di pentaskan oleh para penari yang merupakan para pelajar SD hingga SMA. Dimana tarian Gale-Gale ini sendiri merupakan tarian pergaulan dan diikuti oleh ratusan tamu dan undangan yang memenuhi Lapangan Meteor, Kampung Kabare, Raja Ampat.

Mengusung tema “Dengan seni dan budaya, pemerintah beserta masyarakat bersinergi membangun Raja Ampat yang gemilang”, puluhan sanggar seni suling tambur yang berada di Kabupaten Raja Ampat mengikuti festival ini.

Kegiatan Festival Suling Tambur ini diawali dengan kegiatan parade musik suling tambur. Di mana para peserta parade musik tradisional pun menampilkan atraksi mereka di depan para tamu undangan serta para wisatawan dan warga yang menyaksikan kemeriahaan festival suling tambur tersebut.

Tabuhan tambur dan suara merdu seruling membahana di Kampung Kabare,  Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menjadi daya tarik para wisatawan yang hadir.

Dengan menggunakan pakaian adat khas Papua, para penabuh dan pemain seruling memainkan alat musik tradisional khas Raja Ampat ini dengan sangat lihai. Terlihat sejumlah anak-anak usia sekolah dengan lincah memainkan alat musik tradisional ini diringi tarian adat Raja Ampat dengan riang gembira.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati mengatakan pelaksanaan festival ini merupakan agenda tahunan pemerintah daerah dimana dengan adanya festival seni dan budaya bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Raja Ampat demi kesejahteraan masyarakat setempat, terlebih mengangkat kearifan lokal budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Raja Ampat.

“Paling penting bagaimana kearifan lokal, seni budaya ini kita pelihara dengan baik," kata Abdul Faris Umlati usai membuka festival, di Kabare, Senin 24 September 2018. Faris menambahkan, festival Ini merupakan salah satu acara besar yang pertama dilaksanakan di tingkat distrik.

“Festival Suling Tambur pertama kali digelar di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Festival kedua ini sengaja digelar di Kabare sekaligus untuk mengenalkan wilayah Waigeo Utara," ungkap Faris.

Salah seorang wisatwan asal Amerika, Richard Mark mengatakan sangat takjub dengan semua keindahaan alam dan budaya Raja Ampat. Dirinya bersama keluarga menyempatkan diri ke kampung Kabare hanya untuk menyaksikan acara Festival Suling Tambur 2018.

“Ternyata Raja Ampat tidak hanya menampilkan keindahan alam bahari saja, tapi juga masih banyak tradisi leluhur dan adat istiadat yang mempesona. Saya dan keluarga sengaja datang ke kampung ini untuk melihat dari dekat pesona tradisi musik suling tambur dan adat istiadat masyarakat Raja Ampat seperti tarian Gale-gale yang tadi ditampillan oleh para penari, dan ini adalah tarian pergaulan yang sangat menarik. Saya dan keluarga juga ikut membaur dengan para penari,” ungkap Richard Mark, saat ditemui Okezone di lokasi acara.

Suling tambur sendiri merupakan alat musik tradisional masyarakat adat Raja Ampat yang sudah turun temurun tetap di pertahankan, dan merupakan warisan dari para leluhur yang terus dijaga kelestariannya. Dalam adat Raja Ampat, musik suling tambur digunakan untuk berbagai acara juga pesta besar dan menjadi alat musik tradisional untuk menjemput para tamu yang datang ke Raja Ampat.

Nah tunggu apalagi, mulai saat ini rencanakan liburan Anda ke Pulau bahari Raja Ampat, disana selain Anda dapat menyaksikan keindahaan pesona alam bahari, Anda juga dapat menyaksikan indahnya tradisi seni dan adat istiadat masyarakat Raja Ampat yang mempesona.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini