nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Sudah Kuno, Penggunaan Gadget di Pesawat Tak Lagi Pengaruhi Keselamatan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 05:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 27 406 1956622 aturan-sudah-kuno-penggunaan-gadget-di-pesawat-tak-lagi-pengaruhi-keselamatan-FVjXq941xH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT hendak lepas landas, biasanya para penumpang pesawat harus menaati serangkaian aturan penerbangan. Misalnya saja, mengenakan sabuk pengaman, tidak minum-minuman keras, menegakkan sandaran kursi ketika hendak lepas landas, dan masih banyak lainnya.

Deretan aturan selama penerbangan itu, penting untuk dipatuhi dengan tujuan demi keselamatan penerbangan dan penumpang. Bisa dijamin, meskipun sudah banyak orang yang terbang menggunakan pesawat, tidak sedikit dari mereka yang tahu jelas alasan dari aturan yang mereka patuhi itu.

Salah satu yang paling sering ditegur dan banyak dilakukan oleh penumpang pesawat ialah menyalakan atau memainkan gadget termasuk ponsel. Terkait hal ini, ternyata ada satu fakta yang mengejutkan ketika Anda ketahui di balik pelarangan penggunaan gadget ketika hendak lepas landas, berada di ketinggian, dan kondisi tertentu.

Baca Juga: Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?

Dilansir Okezone dari laman The Sun, Jumat (28/9/2018), menurut seorang pilot easy jet, Chris Foster, mengungkapkan sebenarnya tidak ada alasan penumpang harus mematikan gadget atau barang elektronik, karena teknologi sudah jauh lebih maju.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab sistem kontrol pesawat sudah sangat canggih, sehingga tidak akan menimbulkan gangguan apapun. “Peraturan-peraturan itu sudah bertahun-tahun lamanya sampai kami bahkan akhirnya memiliki barang-barang seperti iPad,” ujar Chris.

Lebih lanjut, Chris mengatakan sekarang penumpang pesawat dapat menggunakan perangkat dalam mode keselamatan penerbangan dan akan lebih banyak perubahan selama beberapa tahun ke depan. Akan tetapi, pernyataan Chris ini masih berbanding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan, misalnya saja yang belum lama terjadi di Delta Airlines.

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Juni lalu, seorang pramugari menegur delapan orang penumpang karena gagal mengaktifkan mode penerbangan pada telepon genggamnya. Petugas yang tidak disebutkan namanya itu terlibat perdebatan dengan seorang DJ, padahal menurut penumpang lainnya DJ itu telah mematikan perangkatnya.

Tidak hanya soal pengaktifan barang elektronik saja, para penumpang pun kerap ditegur oleh pramugari ketika lupa membuka jendela yang berada di samping kursinya. Tanpa penumpang tahu alasannya, mereka harus mematuhi serangkaian aturan ini.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini