nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Berikan Ekstasi kepada Gurita agar Mampu Bersosialisasi dengan Sesamanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 07:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956164 peneliti-berikan-ekstasi-kepada-gurita-agar-mampu-bersosialisasi-dengan-sesamanya-TuUBQicWOH.jpg Gurita (Foto: Popularmechanics)

GURITA merupakan salah satu hewan yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Mungkin Anda pernah melihat sebelumnya, bahwa beberapa gurita pandai meramal. Mereka bahkan sempat menebang siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia.

Meski demikian, gurita merupakan hewan yang penyendiri dan sulit untuk bergaul dengan sesamanya. Oleh sebab itu seorang peneliti bernama Johns Hopkins Medical mencoba melakukan sebuah penelitian.

Ia melakukan hal yang bisa dibilang cukup aneh dengan memberi MDMA atau obat yang lebih dikenal sebagai ekstasi kepada sekelompok gurita di California. Penelitian ini dipercaya bisa menjadi studi yang ideal.

Dari hasil penelitian gurita ternyata memiliki transporter serotonin spesifik. Pada manusia, transporter ini mengatur suasana hati dan, ketika terkena MDMA, maka efeknya akan mengendurkan hambatan sosial.

Gül Dölen, salah satu rekan penyelidik ingin menguji apakah respons yang sama berlaku pada gurita. Ini adalah salah satu tes MDMA pertama yang menggunakan subjek non-mamalia. Cephalopoda adalah keluarga hewan lunak termasuk gurita, yang terkenal karena kecerdasan mereka.

"Sangat sulit untuk menerapkannya pada gurita karena mereka cukup pintar dan mampu melakukan semua hal canggih. Mereka memiliki otak yang sangat berbeda dari mamalia," tutur Dölen.

Meskipun ada perbedaan besar antara manusia dan gurita, namun transporter tampaknya bekerja hampir sama. MDMA diberikan kepada lima gurita laki-laki dan satu gurita betina, yang kemudian ditempatkan di tangki yang sama. Para gurita juga diberi objek untuk mengalihkan perhatian mereka.

Biasanya, mereka mungkin memilih "mainan" dan menghindari semua kontak dengan anggota spesies mereka kecuali pada musim kawin. Sementara ada kecenderungan untuk bersosialisasi dengan gurita betina.

Gurita jantan disosialisasikan dalam kondisi tertentu. Sesuatu yang hampir tidak pernah terdengar di luar skenario agresif di alam liar.

"Apa yang kami temukan adalah ketika hewan, lebih suka menghabiskan waktu dengan objek, yang bukan gurita lainnya. Tetapi setelah MDMA, mereka lebih memilih gurita lain di atas objek," kata Dölen.

MDMA, biasanya digunakan sebagai obat dalam pesta-pesta dan telah muncul dalam beberapa tahun terakhir sebagai pengobatan potensial untuk PTSD dan depresi klinis. Obat ini dapat mengatur suasana hati dan perilaku sosial.

"Ini adalah terapi yang sangat menarik, tetapi kami benar-benar tidak tahu bagaimana cara kerjanya dan apa yang dilakukannya. Kami tahu langkah pertamanya tetapi kami tidak tahu banyak antara serotonin dan PTSD,” lanjutnya.

Tetapi setelah melihat cara kerjanya pada tikus, gurita, dan hewan lainnya, hal ini membantu peneliti mendapatkan hal yang cocok dengan evolusi semua hewan di Bumi.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini