nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jauh Panggang dari Api, Program Vaksin MR di 28 Provinsi Diperpanjang Sebulan

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 10:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956224 jauh-panggang-dari-api-program-vaksin-mr-di-28-provinsi-diperpanjang-sebulan-GuvR1KlErB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH akhirnya memperpanjang program pelaksanaan vaksin MR di 28 provinsi luar Pulau Jawa hingga 31 Oktober 2018. Bukan tanpa alasan, pasalnya saat ini penyebaran vaksin MR masih minim, karenanya pemerintah ingin melanjutkan target sasaran cakupan 95% anak mendapat vaksin.

Laporan yang dirilis Kementerian Kesehatan per 27 September 2018, cakupan imunisasi vaksin MR masih sebesar 55,49%. Pemerintah harus menggenjot targetnya lagi hingga 95% untuk memutus mata rantai penularan penyakit campak dan rubella di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihanto mengatakan, perpanjangan program pelaksanaan vaksin MR sudah dirembuk bersama dan dipikirkan matang. Perpanjangan ini terjadi karena capaian target yang diharapkan belum maksimal.

Baca Juga: Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?


"Belum semua daerah mencapai 95% cakupannya. Sehingga perlindungannya tidak maksimal untuk memutuskan rantai penularan penyakit," ujar dia saat dihubungi Okezone, Kamis (27/9/2018).

Selama ini, provinsi dengan cakupan terendah yakni Aceh. Saat ini terlapor hanya 7,26%, artinya pemerintah punya tugas besar mengajak masyarakat di sana supaya mau vaksin. Banyak kendala yang dihadapi pemerintah, khususnya menyangkut sisi kehalalan vaksin tersebut.

Meskipun MUI sudah mengeluarkan fatwa terkait penggunaan vaksin MR tersebut, masih banyak masyarakat Muslim yang enggan mengantar anaknya imunisasi di fasilitas kesehatan. Banyak upaya terobosan yang dipersiapkan pemerintah untuk mewujudkan program keberhasilan pelaksanaan vaksin MR.

"Ya, kami terus edukasi masyarakat, dekati betul-betul, mengenalkan bahaya penyakitnya dan pendekatan ke tokoh agama di beberapa wilayah," tambah dia.

Baca Juga: 7 Fakta Film Porno yang Tak Perlu Anda Tiru, Itu Semua Cuma Akting!

Ditegaskan Anung, bila anak usia 9 bulan sampai 15 tahun tidak dapat vaksin MR, kelak dewasa dapat risiko tertular campak dan rubella. Penyakit ini sungguh ganas karena bisa meregang nyawa dengan cepat.

Terlebih proses penularan penyakit campak dan rubella lewat virus. Virusnya banyak tersebar di udara, sementara jika seseorang imunitasnya rendah, maka mudah tertular penyakit. "Kalau sudah terlanjur kena rubella saat hamil misalnya, ya tidak bisa diobati. Maka baiknya diimunisasi sejak kecil dan terjamin aman," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini