nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Hal Ini yang Sebabkan Durasi Tidur Setiap Orang Berbeda

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 12:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956258 ternyata-hal-ini-yang-sebabkan-durasi-tidur-setiap-orang-berbeda-zYWAsPtBox.jpg Ilustrasi (Foto: Themuslimpost)

KEBIASAAN tidur pada setiap orang berbeda. Ada yang baru tidur hanya dalam waktu hitungan jam sudah merasa segar. Tapi ada pula yang meskipun sudah tidur dalam waktu cukup yaitu kira-kira 8 jam masih merasa mengantuk. Sama halnya dengan tidur siang.

Beberapa orang memang ada yang memiliki kebiasaan untuk tidur di siang hari. Terlebih sejumlah penelitian menyatakan tidur siang dapat memberikan manfaat untuk tingkat konsentrasi dan kewaspadaan. Waktu yang disarankan untuk tidur siang adalah 20-30 menit agar tubuh segar kembali. Namun ada orang yang bisa tidur siang hingga 2 jam bahkan sampai bermimpi.

Hingga saat ini, alasan durasi tidur termasuk di siang hari berbeda pada setiap orang belum diketahui secara pasti. Namun peneliti dari University of Tsukuba di Jepang berusaha menjelaskannya. Mereka melakukan pada sekelompok tikus untuk melihat keterkaitan antara mutasi gen tunggal dengan durasi tidur seseorang.

Para peneliti melakukan percobaan berdasarkan penelitian sebelumnya. Mereka mencoba melihat mutasi protein yang disebut SIK3 dan memeriksa efeknya pada kebiasaan tidur tikus. Kemudian para peneliti mencatat durasi tidur dan terjaga tikus. Mereka juga melihat aktivitas otak tikus selama periode tidur mimpi dan tidak bermimpi, serta tingkat kewaspadaan selama periode terjaga.

tidur nyenyak

Setelah analisis, ditemukan terjadinya mutasi asam amino 551 di SIK3 yang membuat tikus membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur. Hal ini tercermin dari aktivitas gelombang otaknya. Tikus-tikus itu juga bangun lebih cepat dari biasanya pada malam hari dan menjadi yang paling aktif.

Hasil penelitian yang kemudian diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences memberikan sedikit informasi tentang mekanisme fisiologis yang mengatur tidur. Akan tetapi, alasan pola tidur seseorang berbeda dari yang lain tetap menjadi misteri.

“Penemuan ini sangat menarik karena mutasi protein memengaruhi durasi tidur dan gerakan mata cepat yang membuat seseorang bermimpi. Hasil ini menunjukkan SIK3 terlibat dalam mekanisme pengaturan terkait tidur yang sangat spesifik," ungkap rekan penulis penelitian, Masashi Yanagisawa seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Kamis (27/10/2018).

Sementara itu, penulis utama penelitian Takoto Honda menambahkan fitur-fitur asam amino khusus dalam protein hampir mirip di seluruh jenis hewan. Dengan begitu hasil penelitian juga relevan dengan manusia. Diharapkan hasilnya dapat memberi keuntungan terhadap penelitian yang sedang berlangsung ke gangguan tidur manusia.

"Sebagai contoh, dalam kondisi idiopatik hypersomnia, pasien mengalami kebutuhan yang kuat untuk tidur dan mengantuk di siang hari, seperti tikus dalam penelitian kami. Pekerjaan manusia dapat membantu menjelaskan alasan di balik itu. Tidak menutup kemungkinan orang yang perlu tidur lebih banyak dapat memiliki versi mutasi dari protein yang sama yang diperiksa dalam penelitian," tambah Takoto.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait mutasi protein dan durasi tidur. Sebab seseorang tetap harus mengatur durasi tidurnya di siang hari karena berkaitan dengan jadwal kerja dan ritme sirkadian di malam hari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini