nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Takut Tes HIV, Itu untuk Kebaikan Diri Sendiri

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 15:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956371 jangan-takut-tes-hiv-itu-untuk-kebaikan-diri-sendiri-XDATZWPpxr.jpg Ilustrasi (Foto: Brookinabortionclinic)

BANYAK penduduk di Indonesia terinfeksi HIV, namun sayangnya tidak menyadari. Karenanya, masing-masing orang harus sadar diri melakukan tes HIV ke fasilitas kesehatan.

Penyakit HIV ditularkan oleh Human Immunodeficiency Virus. Virus ini dapat menginfeksi sel darah putih, yang menyebabkan turunnya imunitas manusia. Dampaknya, seseorang akan mudah terinfeksi penyakit yang berakibat fatal.

Tak hanya Indonesia, di beberapa negara besar dunia, kesadaran penduduk akan pentingnya tes HIV juga rupanya masih sedikit. Dampaknya tentu orang dengan mudahnya terjangkit penyakit menular.

BACA JUGA:

 Viral Aksi Lucu Jusuf Kalla Main Tik Tok Bareng Cucu, Jogetnya Asik Banget!

Di Botswana misalnya, penduduknya pernah menjangkit ratusan orang lebih yang memicu tingginya angka kematian. Pemerintah setempat sedih atas kabar itu, kemudian mencari penyebabnya dan mencegah penyakitnya.

 

Sementara di Afrika Selatan, 1/3 penduduk atau 15 juta penduduk di sana pernah dites HIV. Lumayan mengejutkan, 2,2 juta penduduknya positif HIV. Kemudian mereka diberi obat ARV untuk mengatasi penyakitnya.

"Di Indonesia dari 250 juta penduduk, yang dites cuma 5 juta orang per tahun. Maka pentingnya untuk kita sendiri datang ke faskes melakukan tes HIV," ujar Pakar Hematologi Prof Dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM(K) di sela "Seminar Kesehatan Upaya Mencegah Penyakit yang Ditularkan Lewat Transfusi Darah" di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kami (27/9/2018).

Dia menambahkan, saat hasil tes diketahui positif, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir atau takut. Saat ini ada obat antiretroviral (ARV) yang bisa menyembuhkan pasien, sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

Banyak pasien HIV yang sudah minum obat ARV. Pasien memang harus minum obat rutin dengan pantauan dokter.

"Kalau positif ya diobati. Di sini ada populasi 600.000 orang dengan HIV, kalau cepat ditemukan dan diobati, selesai sembuh penyakitnya," terang dia.

BACA JUGA:

 Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?

Sayang, menurut Prof Zubairi, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV tergolong minim. Banyak orang mengabaikan, kemudian dalam kondisi darurat atau menunjukkan gejala dari penyakit menular itu, tiba-tiba orang terinfeksi penyakit mematikan itu.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini