nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenaga Medis Lalai Sebabkan Pasien Tertular Penyakit saat Transfusi Darah

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 16:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956405 tenaga-medis-lalai-sebabkan-pasien-tertular-penyakit-saat-transfusi-darah-CQWMhGr80w.jpg Tenaga medis lalai bisa sebabkan pasien terinfeksi penyakit (Foto:Ilustrasi/Everydayhealth)

NIAT menolong pasien dengan transfusi darah, tapi tak disadari malah jadi menularkan penyakit. Salah satu faktornya dipicu karena lalainya tenaga medis tidak melakukan skrining darah, dari risiko infeksi virus.

Sebenarnya banyak sekali jenis penyakit yang bisa ditularkan lewat transfusi darah. Seperti hepatitis B, hepatitis C, TBC, hingga HIV yang berbahaya.

Namun, sayangnya maupun tenaga medis tidak curiga dengan risiko penularan penyakit itu. Di samping ketidaktahuan pasien, tenaga medis terkadang lalai karena tidak melakukan uji saring darah.

 Viral Aksi Lucu Jusuf Kalla Main Tik Tok Bareng Cucu, Jogetnya Asik Banget!

Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta Muhammad Ali Reza mengatakan, sebenarnya tugas PMI adalah menjadi pintu pertama untuk memastikan kualitas darah. Sebelum darah didistribusikan, sebenarnya ada uji saring untuk mencegah penularan penyakit.

"Namun banyak terjadi di rumah sakit Jakarta, saat mengelola darah, petugasnya tidak melakukan sesuai prosedur. Maka banyak penyakit seperti hepatitis C, hepatitis B, TBC, dan HIV," tuturnya di Kantor Walikota Jakarta Timur, kawasan Pulogebang, Kamis (27/9/2018).

Misalnya, sebut Reza, ketika tenaga medis menentukan golongan darah, terlebih dulu harus melakukan skrining. Namun prosedurnya tidak dilakukan semua, sehingga risiko terinfeksi penyakit masih ada.

Padahal PMI DKI Jakarta dalam sehari harus menyediakan 1.000 kantung darah. Tapi malah sering kekurangan, apalagi kondisi kualitasnya juga tidak terjaga.

Sementara itu, PMI DKI Jakarta menyediakan alat uji saring darah yang disebut Nucleic Acid Test (NAT). Alat ini bisa mendeteksi berbagai virus yang ada di dalam darah.

 Viral di Medsos, Ternyata Begini Cara TNI Salat saat Menjaga Wilayah Perbatasan

Kepala UTD PMI Provinsi DKI Jakarta dr Salimar Salim, MARS, menjelaskan, penggunaan alat uji saring NAT bisa membantu menurunkan angka penyakit menular yang ditularkan lewat transfusi darah. Alat ini sensitivitasnya terjamin aman dan lebih efektif.

"Kita pakai alat ini dalam rangka mengurangi human error. Selama ini memang human error yang paling banyak menyebabkan penularan penyakit ini," ujar dr Salimar.

dr Salimar menegaskan, dengan penggunaan alat NAT, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran virus melalui transfusi darah. Setiap rumah sakit atau fasilitas kesehatan di DKI Jakarta diimbau untuk memiliki alat canggih tersebut.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini