nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mitos Sperma Hidupnya Pendek dan 7 Hal Lain Tentang Kesuburan Sperma

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 27 481 1956531 mitos-sperma-hidupnya-pendek-dan-7-hal-lain-tentang-kesuburan-sperma-3dxYrQcS3e.jpg Ilustrasi sperma (Foto: Theverge)

SPERMA atau semen menjadi bagian penting pada tubuh pria. Namun sayang, banyak mitos beredar terkait produktivitasnya.

Banyak faktor lain yang mempengaruhi produktivitas sperma subur. Juga ada mitos menyebut bahwa sperma memiliki hidup singkat, ketika sampai di rahim sperma dianggap langsung membuahi sel telur, dan sebagainya.

Lebih lanjut, simak 8 mitos tentang sperma yang mempengaruhi kehidupan Anda. Dilansir Okezone dari Boldsky, Jumat (28/9/2018), berikut penjelasannya yang wajib Anda simak selengkapnya.

BACA JUGA:

 Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?

Sperma memiliki hidup yang pendek

Banyak orang mengira bahwa setelah sperma disemburkan, hanya berbahan hidup beberapa menit saja. Faktanya tidak, setelah ejakulasi sperma dapat bertahan hingga 5 hari, lalu kontak dengan lendir serviks yang berperan penting.

Sperma langsung membuahi sel telur

Setelah ejakulasi, sperma dianggap langsung membuahi sel telur, Anda salah. Tepatnya sperma butuh waktu yang panjang untuk sampai di rahim perempuan, kemudian ovulasi.

Setiap pria miliki sperma subur

Kondisi setiap orang sangat berbeda-beda, terutama dari segi kesuburannya. Setiap pria dianggap selalu memproduksi sperma yang subur. Padahal tidak, bisa saja kondisinya lemah dan kualitasnya kurang baik, yang tentu bisa menggagalkan ovulasi.

 

Pakaian apapun tidak memengaruhi jumlah sperma

Faktanya, jika Anda memakai celana ketat bisa memperburuk kondisi sperma. Produktivitasnya bisa terganggu apalagi suhunya. Temuan menunjukkan, produktivitas sperma 17% menurun dibanding orang yang sehat, serta yang suka memakai celana longgar.

Semen kaya protein

Sebagian besar orang percaya bahwa semen mengandung protein, itu tidak benar. Malahan ada orang yang menelan sperma berpikir bahwa itu sehat. Tahukah Anda, jumlah protein yang tinggi cuma ada dalam putih telur.

Semen tebal lebih subur

Semen dengan tekstur tebal dikenal lebih subur. Sementara yang biasa saja dianggap kurang. Jangan percaya, semen tergantung pada diet seseorang, aktivitas fisik dan konsumsi vitamin, terutama vitamin b12. Semen teksturnya bisa menebal karena tingginya konsentrat sperma atau akibat lainnya.

BACA JUGA:

Viral Aksi Lucu Jusuf Kalla Main Tik Tok Bareng Cucu, Jogetnya Asik Banget!

Makan nanas bikin semen lebih banyak

Semen yang sehat punya tekstur tebal, bau, serta rasanya yang khas. Nah, kondisi semen Anda tergantung dari diet sehari-hari. Termasuk ada orang yang percaya bahwa makan buah nanas dapat memperbaiki kualitas semen. Salah besar, belum ada studi yang menunjukkan bukti itu hingga sekarang.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini