nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jogya International Batik Biennale 2018 Diharapkan Gaet Wisatawan Asing

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 12:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 28 194 1956791 jogya-international-batik-biennale-2018-diharapkan-gaet-wisatawan-asing-OuSnZLceXt.jpg Batik Tulis (Foto: Istimewa)

PERHELATAN akbar untuk menyambut momentum Hari Batik Nasional bertajuk ‘Jogja International Batik Biennale’ (JIBB) Bakal digelar. Acara yang dihelat pada 2-6 Oktober di Yogyakarta ini bakal melibatkan peserta asal Indonesia dan sejumlah perwakilan negara sahabat dengan berbagai kegiatan tentang batik. Mulai dari pameran, simposium nasional dan internasional, workshop pewarna alam, fashion show, heritage tour hingga karnaval rias kreasi.

“Rencananya event ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober 2018,” ujar Ketua Panitia Pelaksana JIBB 2018, Tazbir, belum lama ini.

Selain dibuka oleh presiden RI, event tersebut juga dihadiri oleh Presiden World Craft Council (WCC) Dr. Ghada Hijjawi Qaddumi, dan Presiden ASEAN Handicraft Promotion and Development Association (AHPADA) Edric Ong.

(Foto: Eko Purwanto/ Sindo)

Tazbir menuturkan JIBB 2018 terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang sebenarnya telah dihelat sejak September 2018 ini. Diawali dengan roadshow di beberapa kota batik di Jawa dan Madura. Diikuti dengan penyelenggaraan Gebyar Batik di Kabupatan dan Kota DIY yang berakhir tanggal 29 September 2018. Sedangkan puncak acara dihelat 2-6 Oktober 2018 difokuskan di Yogya.

“Serangkaian kegiatan JIBB ini diharapkan dapat menegaskan kembali representasi Yogya sebagai Kota Batik Dunia,” ujarnya.

Tazbir menambahkan predikat “Kota Batik Dunia” yang telah disematkan World Craft Council (WCC) merupakan prestasi tak ternilai harganya untuk negara Indonesia khususnya bagi Yogyakarta.

WCC yang berafiliasi dengan UNESCO, sebuah lembaga Internasional yang berfokus pada apresiasi, kegiatan, serta permasalahan komunitas kriya di dunia menobatkan Yogyakarta sebagai “Kota Batik Dunia” pada tanggal 18 oktober 2014 di Dongyang, Tiongkok oleh Presiden WCC.

Sementara istri Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas terus mendorong bagaimana batik terutama batik tulis menjadi primadona, dimana masyarakat sebagian belum mengetahui perbedaan motif-motif dan asal usul sejarah batik.

"Karena kita juga sekarang paham bagaimana batik di Indonesia ini banyak sekali motifnya, tapi motif penjualannya sehingga bagaimana masyarakat mengenal mana batik tulis mana batik cap, jadi memang masyarakat luas memahami itu.

Kendati demikian, ia berharap perhelatan Jogja International Batik Biennale bisa mendatangkan turis mancanegara berkunjung ke Yogyakarta, dengan memperkenalkan batik serta asal usulnya itu sendiri.

"Target acara harapan tidak hanya pada pameran batik tapi bagaimana kita memperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan luar negeri, bahwa Jogja bisa menjadi tujuan wisata," bebernya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini