PB IDI Kerahkan Tim Medis untuk Tangani Korban Bencana Tsunami Palu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 29 September 2018 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 29 481 1957314 pb-idi-kerahkan-tim-medis-untuk-tangani-korban-bencana-tsunami-palu-ZtSDklicxe.jpeg PB IDI kerahkan tim medis untuk tangani korban tsunami di Palu (Foto:Ilustrasi/Ist)

 

INDONESIA berduka. Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018. Gempa tersebut pun menyebabkan tsunami.

Setelah kejadian tersebut, Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) untuk bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk segera menuju lokasi dan melakukan penanganan darurat selekas mungkin.

Presiden juga menghanturkan doa terbaik untuk seluruh korban gempa ini. Hal itu dia cuitkan di Twitter 3 jam yang lalu setelah berita ini ditulis. "Semoga musibah ini dapat kita lalui dan selesaikan bersama," tulisnya.

Di sisi lain, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun langsung menerjunkan tim medis untuk memberikan penanganan kepada seluruh korban gempa.

 

"Hari ini tim Batalyon Kesehatan (yonkes) TNI bersama tim Aju (tim pendahuluan) dari IDI cabang Makassar, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Hassanudin, dan tim Siaga Bencana Makassar akan segera melakukan Rapid Health Assesment atau penilaian kesehatan cepat agar dapat mendata kebutuhan medis dan melakukan penanganan medis sesegra mungkin terhadap masyarakat Palu dan sekitarnya yang terdampak bencana ini," ungkap Sekjen PB IDI dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT melalui pernyataan resminya.

Dia melanjutkan, keberangkatan tim Aju yang dipimpin Prof. Dr. Idrus Patorosi, SpOT dan Dr M Sakti, SpOT, akan dilakukan via udara melalui Mamuju dan dilanjutkan via darat ke Palu dengan bantuan sarana transportasi dari TNI.

Selain melalui udara, IDI juga telah menyiagakan tim dokter dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan sekitar wilayah Sulawesi Tenggara melalui jalur darat.

Sementara itu, RS Kapal Terapung Kstaria Airlangga yang dikomandani dr Agus Hariyanto, SpB dan dr Christiyogo, SpAn, sedang menempuh jalur laut dari wilayah Banda Naira menuju Donggala. Di lain sisi, RS Terapung Ksatria Airlangga telah menyiapkan fasilitas kamatr operasi darurat serta membawa bantuan medis.

Sebagai tambahan, berdasar informasi melalui tim IDI Palu, tidak hanya jalur komunikasi dan listrik yang terputus, tapi juga banyak RS di Palu yang lumpuh total. "Hal ini yang mengakibatkan para dokter dan tenaga medis kesulitan dalam melakukan penanganan medis," tambahnya.

Informasi PB IDI tidak berhenti di situ. Dijelaskan Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah dr I Komang Adi Sujendra, SpPD, bahwa sampai sekarang korban meninggal ada 30 orang.

"Kemudian kasus ortopedi yang memerlukan tindak lanjut secara operasi mau pun intervensi spesialis ada 12 pasien, kasus kromatopala ada 9 orang untuk sementara," tuturnya dalam video yang dibagikan akun Twitter @PBIDI.

dr I Komang juga berharap adanya bantuan lebih untuk bencana ini. "Kiranya bapak, ibu, dan saudara sekalian bisa membantu sehingga kita bisa memberikan pertolongan yang semaksimal mungkin pada korban," pintanya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini