nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berisiko Sebabkan Kebutaan, Kenali Beberapa Penyebab Katarak

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 29 September 2018 17:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 29 481 1957417 berisiko-sebabkan-kebutaan-kenali-beberapa-penyebab-katarak-9oQHFDRwRA.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEIRING bertambahnya usia, masalah kesehatan pada tubuh akan muncul. Salah satunya yang mengganggu fungsi penglihatan seperti katarak. Orang yang memiliki katarak penglihatannya akan menjadi buram karena lensa mata keruh yang membuat cahaya tidak dapat menembusnya. Bila dibiarkan, katarak bisa menyebabkan kebutaan.

Prevalensi kebutaan di Indonesia terbilang cukup tinggi yakni memengaruhi sekira 2,5% penduduk di atas usia 50 tahun. Angka ini menunjukkan kebutaan sudah menjadi masalah sosial karena melebihi batas yang disarankan. Katarak merupakan penyebab kebutaan paling utama yang diikuti dengan faktor lain seperti glukoma, kerusakan refraktif, dan diabetes retinopati.

Menurut dokter spesialis mata, dr Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM, PhD, katarak terjadi karena proses penuaan. Setiap orang di usia lanjut memiliki kesempatan terkena katarak. Namun kondisi tertentu seperti minus mata yang terlalu tinggi, sakit asma, alergi, dan konsumsi obat-obatan dapat memperbesar risikonya.

 (Baca Juga:Tanggulangi Bencana Alam di Palu dan Donggala, Kemenkes Berangkatkan Tim Tenaga Medis)

"Bola mata yang minus itu bentuknya lonjong, semakin tinggi minus maka bentuknya semakin lonjong. Kondisi ini membuat bola mata akan regang padahal lensa yang ada di dalamnya sangat bergantung dari kualitas cairan yang disaring oleh darah. Bila jaringan lensa regang, maka kualitas saringannya enggak bagus sehingga proses terjadinya katarak semakin cepat," tutur dr Tjahjono saat ditemui Okezone dalam acara konferensi media 'Program 1010 Operasi Katarak Gratis' yang digagas oleh Yayasan Matahati bersama dengan Jakarta Eye Center (JEC).

 

Pada acara yang digelar Sabtu (29/9/2018) di Kedoya, Jakarta Barat, dr Tjahjono menerangkan bila situasi yang sama bisa terjadi pada pasien katarak dengan kondisi tertentu seperti asma atau alergi.

 (Baca Juga:PB IDI Kerahkan Tim Medis untuk Tangani Korban Bencana Tsunami Palu)

"Biarpun matanya relatif normal tapi kalau punya sakit asma, gatal-gatal, ada diabetes, pakai obat-obatan, ada kondisi-kondisi lain maka kualitas darahnya bisa berubah. Bila sudah begitu maka tentu jadi cepat katarak. Sebab meskipun sudah disaring sebaik mungkin tetap saja kandungan obat dan darah masuk ke lensa dan memengaruhinya," jelas dr Tjahjono.

Faktor lainnya adalah paparan sinar matahari berlebih dan layar gadget. Seperti yang diketahui, paparan sinar matahari tak hanya berbahaya bagi kulit. Bila mata menatap langsung matahari maka dapat memberikan pengaruh buruk. Selain itu, terlalu sering melihat ponsel dapat membuat minus yang apabila sudah terlalu tinggi cukup berisiko.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini