nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potensi Wisata Gunungkidul Bisa Samai Nusa Dua Bali?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 30 September 2018 12:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 30 406 1957607 potensi-wisata-gunungkidul-bisa-samai-nusa-dua-bali-rTAugzazD2.jpg Gunung Kidul

Potensi Wisata Gunungkidul Bisa Samai Nusa Dua Bali?

MENGUTIP sebuah artikel berjudul “Monterrey di Gunungkidul” karya pengamat ekonomi, Cyrillus Harinowo yang sempat di terbitkan oleh Koran Sindo pada tahun 2010 lalu, disebutkan bahwa "Gunungkidul memiliki potensi pengembangan daerah seperti Nusa Dua Bali atau Lombok selatan, karena karakteristiknya yang hampir sama,".

Kalimat tersebut seolah menjadi sebuah ‘mantra’ ampuh yang berhasil menyihir para pelaku industri pariwisata dalam negeri untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul. Jika melihat kondisi perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya, secara tidak langsung membuktikan bahwa sektor pariwisata berhasil membawa angin segar bagi perekonomian lokal.

 Baca juga: Intip Potongan Rambut Nabi Muhammad SAW di Museum Turki

Gunungkidul (dimas)

Contoh kecilnya adalah objek wisata Goa Pindul yang kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak diresmikan pada 2011 lalu, Desa Beriharjo yang terletak di Kecamatan Karangmojo itu berhasil mengantongi income senilai Rp2 miliar per tahun.

Bayangkan jika seluruh potensi wisata yang ada di kawasan Gunungkidul dioptimalkan sebaik mungkin. Tentu istilah “Monterrey di Gunungkidul” bukan hanya sekadar impian semata. Apalagi, Candi Borobudur telah dimasukkan dalam daftar 4 destinasi super prioritas yang diputuskan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Peluang untuk menggaet lebih banyak wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) pun akan menjadi lebih besar.

Terlebih lagi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 mendatang.

 Baca juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

“Gunungkidul ini memang luar biasa. Dulu bisa dikatakan bahwa kawasan ini sebagai pusat kemiskinan dan kelaparan tertinggi di DIY, bahkan di Indonesia. Terus akhirnya maju hingga seperti saat ini, karena begitu banyak potensi alam yang dimilikinya,” ujar Cyrillus Harinowo, dalam diskusi mengenal lebih lanjut kekuatan industri pariwisata Gunung Kidul bersama PT. Bank Central Asia Tbk (BCA), di Paradika Resort, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 29 September 2018.

Lalu, apa saja potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul?

Menurut penuturuan Cyrillus Harinowo, yang juga menjabat sebagai Komisaris Independent BCA, saat ini Gunungkidul memiliki 13 taman bumi atau geopark yang telah diakui UNESCO. Tidak hanya itu, ada sekitar 22 pantai unik yang dapat dikunjungi para wisatawan. Kenapa disebut unik? Cyrillus mengatakan bahwa setiap pantai di Gunungkidul memiliki formasi bebatuan yang berbeda-beda.

 Gunungkidul

“Belum banyak yang tahu bahwa dibalik Pantai Indrayanti itu ada Pantai Trenggole. Pantai ini masih bersih, sepi, pasirnya lembut, dan saat air surut, banyak petani-petani yang memetik rumput laut. Itu bisa jadi daya tarik di mata wisatawan,” paparnya.

 Baca juga: Bali Akan Terapkan Aturan Baru, Dilarang Pakai Pakaian Seksi Sembarangan

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini Pemeritah Kabupaten telah menyiapkan masterplan yang dibangun secara tematik, sehingga ke depannya, beberapa spot wisata akan difokuskan untuk kegiatan tertentu.

"Ada pembagian zonasinya. Pantai Sepanjang rencananya dikembangkan sebagai lokasi sport tourism, dan menjadi marketplace yang akan dibangun secantik mungkin," tutur Cyrillus .

Dari segi nature atau alam, potensi Gunungkidul memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun bagaimana jika berbicara soal atraksi yang diciptakan dari tangan manusia atau human made?

Pria yang akrab disapa Pak Rhino itu mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa perusahaan yang mengelola Jatim Park di Batu, Malang, telah mengakusisi lahan seluas 20 hektar.

 Baca juga: 4 Cara Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Indah

Sementara dari segi amenitas,termasuk di dalamnya menyangkut kebersihan, ia sempat menceritakan sebuah kisah menarik yang menjadi salah satu alasan utamanya untuk mengembangkan pariwisata Gunung Kidul.

"Saya ini orang jogja, sampai saya lulus di UGM pindah ke Jakarta belum pernah ke Gunungkidul. Pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini tahun, 2004 saat saya sudah di berada di BCA," kata Cyrillus.

"Jadi waktu itu saya ada acara di Dusun Jati Semanuk. Saat saya pergi ke toilet, air krannya jernih sekali. Menurut masyarakat setempat, ternyata desa itu memiliki sumber air dari Bribin. Dari sinilah saya yakin, Gunungkidul berpotensi untuk dikembangkan," sambungnya.

Pada tahun 2010, Cyrillus kembali mengunjungi kawasan Gunungkidul. Di satu titik, ia melihat hamparan Samudera Indonesia yang terlihat jelas dari bukit-bukit kapur. Satu bulan sebelumnya ia baru saja jalan ke California dan menyaksikan pemandangan yang sama.

"Setelah melihat itu, saya langsung menulis artikel Monterrey di Gunungkidul yang dimuat oleh Koran Sindo pada tahun 2010. Gunungkidul benar-benar memiliki prospek yang sangat besar untuk jadi Nusa Dua Bali," ungkapnya.

Perkembangan pariwisata Gunung Kidul

Jika dilihat dari data perkembangan pariwisata Gunungkidul yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan ke tempat ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2011, jumlah wisman dilaporkan mencapai 1.299 orang, sementara wisnus menunjukkan tren positif dengan jumlah 615 ribu orang.

Baca juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

Namun setelah objek wisata Goa Pindul booming di kalangan wisatawan, dan pembangunan infrastruktur Gunungkidul semakin gencar dilakukan, pada tahun 2016 jumlah wisman yang berkunjung meningkat tiga kali lipat dengan total 3.891 orang, sementara jumlah wisnus menyentuh angka 2,9 juta orang.

Gunungkidul

Seiring dengan pembangunan New Yogyakarta International Airport yang rencananya akan rampung pada 2019 mendatang, Gunungkidul diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata pilihan wisatawan saat mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 Baca juga: Intip Potongan Rambut Nabi Muhammad SAW di Museum Turki

Dengan pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), waktu perjalanan dari NYIA ke sini hanya sekitar satu seperempat jam. Menariknya, dari bandara ke Kota Jogja akan jauh lebih lama karena akses jalan yang semakin padat.

"Yang helas ini baru awalnya. This is just begininng. Gunungkidul akan nenggelinding seperti bola salju yang terus membesar. Pemerintah juga secara agresif telah membangun infrastruktur dan akses untuk memudahkan para wisatawan," bebernya.

Gunungkidul

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Menurut pengakuan Cyrillus, kualitas SDM Gunungkidul sudah jauh lebih maju dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ini berkat dukungan pemerintah maupun pihak swasta yang terus memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada para masyarakat dan pelaku-pelaku pariwisata di daerah tersebut.

Baca juga: Tak Sekedar Unik dan Keren, Kumpulan Gaya Rambut Agnez Mo Bisa Jadi Referensi Kamu

"Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM, pemerintah maupun pihak swasta telah melakukan pelatihan pelayanan prima. Seperti saat BCA meresmikan Gunungkidul, kami memberikan pelatihan kepada warga dan karang tuna setempat . Kedrpannya, masih banyak lagi pelatihan-pelatihan yang akan diberikan," tukasnya.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini