nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Hukum Dalam Islam Tentang Program Bayi Tabung?

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 01 196 1958188 bagaimana-hukum-dalam-islam-tentang-program-bayi-tabung-vJBXoRBlX3.jpeg Bayi kembar (Foto: Sittercity)

PROGRAM bayi tabung menjawab masalah kesuburan yang dialami pasangan suami istri . Namun, sebelum mengambil langkah ini, apa yang perlu diketahui dan bagaimana Islam memandangnya?

Tujuh tahun pernikahan tepat pada Mei 2018, Ustaz Solmed dan istri, April Jasmine, dianugerahi keturunan. Kehadiran bayi kembar laki-laki itu menyempurnakan kebahagiaan pasangan ini. Yang menarik, April harus mengikuti program bayi tabung demi mendapatkan anak.

Pasalnya, ada penyumbatan di tubafalopi atau saluran menuju rahim yang menyebabkan sperma tidak bisa membuahi.

“Saya sempat keluar flek juga sewaktu hamil, jadi harus bed rest betul, juga harus disuntik pengencer darah selama sembilan bulan,” kata April dalam acara Morula IVF Indonesia Gelar Fertility Science Week 20 Tahun Morula IVF Indonesia dan Perayaan Bayi Ke-3.000 di Central Park belum lama ini.

BACA JUGA:

Karena Pakaian Ini, Miss V Lady Gaga Nongol

 

Sang suami membenarkan, kondisi istrinya tidak seperti wanita lain yang normal. “Akhirnya kami sepakat menjalani program bayi tabung,” ujar Ustaz Solmed. Menyinggung soal hukum bayi tabung, dia menegaskan, fatwa MUI menyatakan bahwa bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah hukumnya mubah (boleh).

Sebab, ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah agama. “Tapi jika bukan pasangan suami istri sah atau dari sperma atau ovum orang lain, hukumnya haram,” ungkapnya. Para ulama melarang penggunaan teknologi bayi tabung dari pasangan suamiistri yang dititipkan di rahim perempuan lain. Sebab, di kemudian hari hal itu akan menimbulkan masalah yang rumit terkait warisan atau masalah lainnya.

 

Bayi tabung atau dikenal dengan istilah pembuahan in vitro atau dalam bahasa Inggris in vitro fertilization adalah sebuah teknik pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.

Pasangan lain, Nurcahyo dan Firsta, yang juga hadir dalam acara Morula IVF Fertility Science Week mengatakan, mereka menunggu delapan tahun untuk memiliki anak pertama, Fansa, 8. “Sempat gagal karena janinnya tumbuh di luar kandungan,” kata Nurcahyo yang memiliki anak kedua juga dari program yang sama, Finsa, 1. Bahkan, mereka berencana masih ingin memiliki momongan berhubung masih ada embrio beku yang dititipkan di Morula IVF.

Dr Irham Suheimi SpOG mengatakan, umumnya pasien memiliki ekspektasi tinggi terhadap program ini. Alhasil, mereka malah dilanda stres. “Harus dipasrahkan kepada Tuhan, makanya nggak boleh stres, harus happy . Stres bisa ganggu keseimbangan hormon,” katanya. Dia juga menyarankan, bagi mereka yang ingin mengikuti program IVF ini sebaiknya berusia di bawah 35 tahun.

Setelah 35 tahun, umumnya akan terjadi penurunan kualitas ovum. “Sel telur pada usia muda sangat sensitif merespons pemberian obat. Beda jika sudah berusia di atas 35 tahun, karena setengah biaya IVF ini untuk obat. Kalau obat bisa ditekan, biaya akan lebih murah,” papar dr Irham.

BACA JUGA:

 Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

Saat masih muda pula, kemungkinan memiliki embrio lebih dari satu sangat mudah. “Mungkin dengan satu kali program bisa merencanakan tambah anak pada usia berikutnya,” katanya. Sementara itu, dr Wisnu Setyawan SpOG dari Morula IVF Tangerang mengatakan, guna mempersiapkan kehamilan, sebaiknya kurangi konsumsi karbohidrat, jalani pola makan seimbang, dan rutin berolahraga. “Ingat, berat badan berlebih, apalagi obesitas, bisa hambat kesuburan,” kata dr Wisnu.

Memperingati usia ke-20 tahun dan merayakan pencapaian bayi ke-3.000, Morula IVF Indonesia menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk Fertility Science Week - A Journey of Making Dreams Come True. Serangkaian acara yang dibalut dengan konsep edutainment ini diadakan di Main Atirum Central Park beberapa waktu lalu. “Tujuan kami menyelenggarakan Morula IVF Indonesia: Fertility Science Week ini untuk mengajak masyarakat mengenal tentang kesuburan, mulai prosedur, proses, hingga menjawab pertanyaan masyarakat tentang program bayi tabung dari berbagai sudut pandang,” ujar dr Ivan Sini SpOG, Chief Executive Officer Morula IVF Indonesia.

Pihaknya berkomitmen membantu meluruskan stigma negatif yang selama ini berkembang dalam masyarakat. “Kami mencoba mewujudkan mimpi banyak pasangan untuk mengatasi masalah kesuburan dengan mengembangkan klinik fertilisasi lainnya di seluruh Indonesia, di bawah bendera Morula IVF Indonesia,” ucap dr Ivan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini