Share

Mengenal Putri Ameerah Al-Taweel, Wanita Arab Saudi yang Dikenal Karena Perjuangkan Kemanusiaan

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 01 196 1958192 mengenal-putri-ameerah-al-taweel-wanita-arab-saudi-yang-dikenal-karena-perjuangkan-kemanusiaan-jnYFKu7bY9.jpg Putri Ameerah

BANYAK tokoh dunia yang memilih untuk terjun untuk memperjuangkan hak-hak manusia. Salah satunya adalah Ameerah binti Aidan bin Nayef Al-Taweel Al-Otaibi. Wanita yang juga dikenal sebagai Putri Ameerah Al-Taweel ini namanya meroket di dunia internasional karena aktivitasnya di bidang kemanusiaan. Termasuk memperjuangkan hak-hak perempuan Arab Saudi.

Menurut Culture Trip, dia merupakan salah satu wanita Saudi paling terkenal. Mantan istri keluarga kerajaan Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal, ini telah bertemu dengan tokoh-tokoh dunia seperti Bill Clinton, Ratu Rania dari Yordania, dan keluarga Kerajaan Inggris. Dia terlibat dalam berbagai macam kegiatan kemanusiaan di seluruh Arab Saudi dan dunia.

Termasuk melakukan perjalanan kemanusiaan ke banyak negara. Dia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan. Lulusan University of New Haven dengan magna cum laude (lulus dengan banyak pujian) di bidang Administrasi Bisnis ini telah mengunjungi lebih dari 70 negara untuk memahami dan memecahkan masalah akut dunia. Dia berjuang melawan kemiskinan dan dampak bencana.

Dia berpartisipasi dalam organisasi dana amal, mendirikan tempat perlindungan di Afrika Barat untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Pakistan, membuka Pusat Studi Islam di Universitas Cambridge, dan memimpin misi untuk membantu Somalia.

 

Selain masalah kemanusiaan, Ameerah juga menaruh perhatian lebih pada masalah kesamaan hak. Dikutip National Public Radio, Ameerah yang akan berulang tahun ke-35 pada 6 November mendatang ini sangat vokal menuntut hak-hak perempuan di Arab Saudi. Menurut Savoir Flair , kehadirannya memiliki daya tarik yang kuat bagi orang-orang di seluruh dunia, terutama karena ia telah menggunakan posisi kekuasaannya untuk melawan normanorma sosial dan agama di Timur Tengah (Timteng). Dia membuat dampak yang cukup nyata melalui perannya sebagai Wakil Ketua Dewan Yayasan Alwaleed Philanthropies atau Yayasan Alwaleed bin Talal yang didirikan bersama mantan suaminya.

Di sini dia menggunakan suaranya untuk memperjuangkan hak-hak sipil perempuan, seperti hak untuk mengemudi dan mempertahankan hak asuh atas anak-anak setelah perceraian. Termasuk melobi untuk meningkatkan peluang kerja mereka di ranah publik. Putri Ameerah yang juga menjabat sebagai CEO Time Entertainment agen bakat utama di Arab Saudi berharap dapat menempatkan lebih banyak aktris Saudi dalam peran yang kuat di bidang televisi dan film.

Sementara itu, Chelsea Clinton, Wakil Ketua Clinton Foundation, menyatakan secara terbuka bahwa perjuangan Ameerah atas nama perempuan Saudi telah memberikan kontribusi luar biasa dalam cara berpikir tentang hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Cari masalah hingga akar

 

Di yayasan yang dibangunnya bersama Pangeran Alwaleed, Ameerah ditugasi untuk mengawasi segudang program dukungan. Mulai dari bantuan bencana dan dialog antaragama hingga pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan. Selain itu, dia secara pribadi melakukan perjalanan ke Pakistan untuk membantu korban banjir, ke Burkina Faso untuk mendirikan panti asuhan, dan ke Somalia dengan misi bantuan.

Dia menjelaskan dirinya tidak bekerja untuk memberikan bantuan pada masalah besar seperti kemiskinan. Namun, sebaliknya dia bekerja untuk menyelesaikan krisis di akarnya.

“Anda juga perlu mengajari orang bagaimana mengelola keuangan mereka. Alih-alih memberi mereka makan ikan, kita perlu mengajari mereka cara memancing. Itu masalah besar. Kami bermitra dengan orang dan organisasi khusus, tetapi itu harus menjadi solusi jangka panjang dan mendalam untuk masalah besar,” katanya kepada Arabian Business.

Pekerjaan mulianya ini pun diakui pada tahun 2011 saat dirinya menerima Humanitarian Award untuk usahanya di yayasan. Dia juga berada di urutan keempat dalam daftar CEO Timur Tengah “The World’s 100 Most Powerful Arab Women” pada tahun 2012. Masih pada tahun yang sama, dia juga berhasil memenangi “Woman Personality of the Year Award” dari The Middle East Excellence Awards Institute.

Dia pun sempat meminta hampir satu juta pengikutnya di Twitter dan Instagram untuk tetap terlibat dengan berbagai aksi kemanusiaannya. Seperti menyumbang persediaan penting bagi pengungsi Suriah dan ia membawanya sendiri ke kamp di Suriah. Tak heran banyak yang menilai dirinya sebagai wanita mandiri dan jadi panutan.

Ikon Mode Saudi

 

Ameerah juga terkenal sebagai ikon mode di negaranya. Banyak majalah mode memujinya sebagai tamu dengan pakaian terbaik di pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton beberapa tahun lalu.

Dia diketahui menyukai label premium kelas dunia seperti Chanel, tapi beberapa gaunnya yang konservatif seperti kaftan longline tradisional hingga gaun renda membuatnya kerap kali masuk dalam daftar tokoh berpakaian terbaik. Kesukaannya terhadap barang mewah tidak mengherankan karena saat itu statusnya masih istri dari Pangeran Al-Waleed yang dikenal sebagai ‘Warren Buffett of Saudi Arabia’.

Wanita Paling Cantik yang Pernah ke Maladewa

Saking cantiknya, Ameerah pernah diberi penghargaan sebagai wanita paling cantik yang pernah mengunjungi Maladewa. Hal ini langsung diumumkan Maldivesfinest , situs web wisata di Maladewa.

Dikutip Maldives Finest, Ameerah diketahui mengunjungi Maladewa pada Desember 2009, dengan suaminya kala itu Pangeran Al-Waleed. Keduanya terlihat dalam upacara yang diadakan di Istana Presiden Mulee Aage untuk menganugerahkan Order of Distinguished Rule of Izzuddeen kepada Pangeran Alwaleed.

Seperti diketahui, Maladewa telah menjadi hotspot untuk liburan selebriti dari seluruh dunia selama beberapa dekade. Banyak tokoh terkenal yang berlibur ke sana, termasuk kontestan Miss Prancis pada tahun 2011. Namun, kecantikan fisik Putri Ameerah dianggap tidak ada yang menandingi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini