nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rajin Makan Serangga Setiap Hari, Apa Manfaatnya?

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 01 298 1958067 rajin-makan-serangga-setiap-hari-apa-manfaatnya-IIGyrJXO74.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGIAN masyarakat menganggap serangga merupakan makanan yang sangat nikmat untuk disantap. Serangga dinilai kaya akan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Biasanya, negara yang terkenal sebagai pemakan serangga adalah Thailand dan India.

Beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, juga kerap mengonsumsi belalang sebagai camilan atau teman makan nasi. Namun, apakah mengonsumsi serangga terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh?

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, sebagian besar manusia di 80% negara mengonsumsi serangga yang dianggap sebagai sumber serat dan kaya akan protein. Mulai dari telur semut merah hingga leta atau larva ulat sutera mereka konsumsi setiap hari.

Baca Juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

Sebagimana dilansir dari Times of India, Senin (1/10/2018) Kebiasaan mengonsumsi serangga ini biasanya disebut entomophagy. Hal ini menyangkut tentang kebiasaan manusia yang kerap mengonsumsi serangga sejak zaman prasejarah hingga hari ini.

Serangga dianggap sangat bergizi karena kandungan rendah lemak yang membuat serangga dapat melawan obesitas, sama bergizinya seperti daging dan entomophagy dapat dianggap sebagai cara yang efektif untuk memerangi obesitas dan penyakit kesehatan terkait lainnya. Alhasil, serangga kini telah menjadi makanan di berbagai negara.

Di Meksiko, belalang disajikan dalam bentuk taco yang kaya akan rasa pedas. Sementara di Indonesia, capung direbus ke dalam santan dan disajikan sebagai kari. Begitu halnya di Afrika Selatan, bubur jagung terasa tidak lengkap jika tidak ditambahkan rayap.

Baca Juga: 4 Gaya Busana Panas Ina Thomas, Lagi Senang Pamer Perut!

Menurut UNICEF, kematian manusia di usia bawah lima tahun adalah akibat kekurangan gizi. Hal ini terjadi pada kelompok berpendapatan rendah dan orang yang hidup di bawah kemiskinan.

PBB mengatakan bahwa memakan serangga dapat membantu tubuh memerangi malnutrisi, mengingat serangga adalah sumber nutrisi yang murah dan mudah di akses. FAO juga menegaskan bahwa entomophagy adalah sebuah praktik yang sehat dan pada dasarnya adalah solusi yang tepat terhadap kekurangan pangan yang terjadi akibat ledakan populasi.

Defects Levels Handbook of US Food and Drug Administration mengatakan beberapa manusia telah mengonsumsi serangga dengan beberapa cara yang berbeda. 100 gram dark chocholate mengandung sekira 60 fragmen serangga. Sementara, 10 gram selai kacang mengandung 30 fragmen serangga.

Mulai dari Meksiko, China, Brasil dan Australia, serangga merupakan bagian integral dari makanan sehari-hari mereka. Makanan ini dianggap sebagai bagian dari makanan tradisional yang penuh akan nutrisi penting.

Dengan begitu banyak keuntungan dan kerugian yang diabaikan, ternyata serangga merupakan makanan murah yang mengandung protein untuk keluarga Anda. makanan ini dapat membantu mengurangi kekurangan pangan dan kekurangan gizi secara global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini