nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Serangan Jantung di Usia Muda, Begini Cara Terbaik Mencegahnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 01 481 1957973 waspadai-serangan-jantung-di-usia-muda-begini-cara-terbaik-mencegahnya-g7OI4rEfMO.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

PENYAKIT jantung masih menjadi pembunuh manusia nomor satu di dunia. Jutaan orang tercatat telah meninggal dunia akibat terserang penyakit mengerikan ini. Sebelumnya penyakit jantung kerap menyerang manusia berusia 50 hingga 60 tahunan. Namun, kini penyakit jantung telah berevolusi dan menyerang manusia yang lebih muda.

Pria dan wanita berusia 30 hingga 40 tahunan harus mulai waspada terhadap penyakit ini. penyakit ini semakin ganas dan berkembang biak karena gaya hidup tidak sehat yang mereka lakukan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa serangan jantung justru lebih banyak dialami oleh wanita pada beberapa tahun terakhir ini.

“Saya mengalami serangan jantung, penyumbatan pembuluh darah koroner (LAD) pada 11 September 2018. LAD saya diperkirakan telah memblokir sistem sebanyak 70 persen. Saya berusia 34 tahun dan memasang stent. Saya tidak memiliki banyak gejala. Saya terlalu banyak minum, sedikit kelebihan berat badan, dan tekanan darah yang agak tinggi,” ujar seorang pria yang membagikan ceritanya melalui situs online, sebagaimana dilansir dari Times of India, Senin (1/10/2018).

“Namun, saat itu saya tengah mengalami stres yang sangat besar dan mungkin itu berkontribusi terhadap penyakit saya. Saya adalah mantan atlet yang kerap mengangkat beban 2-4 kali seminggu. Saya tidak melakukan banyak kardio tapi saya tidak berpikir mengalami penyakit jantung di usia yang sangat muda,” lanjutnya.

penyakit jantung

Menurut penelitian, sebagian besar orang India secara genetis rentan terhadap penyakit arteri koroner. Oleh karena itu, seseorang yang sangat khusus tentang gaya hidup sehat mungkin tidak menyadari perubahan-perubahan tertentu dalam jantung mereka. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin meskipun orang tersebut tidak pernah mengalami penyakit jantung.

Penasehat Teknis Senior Kesehatan Nutrisi IPE Global, Dr Dinesh Agarwal, mengatakan bahwa penyakit jantung dan stroke mencapai angka 15-20 persen yang menyebabkan sebesar angka kematian di India.

“Penyakit jantung Iskemik dan stroke diperkirakan mencapai hampir 15-20 persen dari semua kematian di India pada 2016. WHO telah menetapkan sasaran 25 persen pengurangan dalam kematian prematur karena penyakit tidak menular pada 2025,” ucap Dr Dinesh Agarwal.

Kepala Ahli Jantung Intervensional, Fortis Escorts Heart Institute, Dr Vishal Rastogi, mengatakan manusia telah meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko dan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang tepat terutama pada mereka yang berusia di atas 35 tahun.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai seperti sesak napas, kelelahan secara luas, cairan menumpuk dalam tubuh, batuk secara terus menerus, kehilangan nafsu makan, mual, kebingungan dan peningkatan denyut jantung. Sangat penting bagi manusia yang berusia di atas 40 tahun untuk menjalani tes rinci seperti penilaian kalsium oleh CT scan untuk mendeteksi kelainan apapun yang ada di dalam tubuh.

“Pencegahan harus dimulai sejak awal kehidupan, orang-orang harus diperiksa tepat waktu. Melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai usia dan menyadari faktor risiko. Wanita harus lebih berhati-hati karena gejala yang mereka alami mungkin tidak sama dengan gejala pada pria. Kelola faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol dan diabetes,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini