nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Peka dengan Gejala Awal Jadi Penyebab Tingginya Penyakit TBC

Firda Janati, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 16:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 01 481 1958044 tidak-peka-dengan-gejala-awal-jadi-penyebab-tingginya-penyakit-tbc-OrlzWZGLri.jpg Batuk (Foto: Medicine Clinic)

BERBEDA dengan penyakit batuk biasa, tuberkulosis atau biasa disingkat dengan TBC adalah penyakit mematikan yang menyerang paru-paru dengan gejala awal batuk. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis dan bisa menular melalui udara dengan penyebarnya yang cukup cepat. Data WHO pada tahun 2015 menunjukan bahwa Indonesia menjadi 6 besar negara dengan kasus penyakit TBC terbanyak.

Mengenai penyakit ini, dr Sonia Wibisono saat menghadiri rapat tinggi PBB mengenai tuberkulosis (TBC) di New York, Amerika Serikat, mengatakan ada beberapa kendala yang menjadi penyebab tingginya penyakit TBC.

Salah satunya adalah masyarakat yang belum memahami gejala seperti apa yang ditimbulkan. Umumnya, masyarakat yang mengidap penyakit ini menganggap hanya batuk biasa dan tidak memeriksakan diri ke dokter. Banyak yang menganggap batuk merupakan kondisi kesehatan yang membuat orang lain merasa jijik dan risih.

Baca juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

 

“Banyaknya stigma di masyarakat bahwa TBC adalah penyakit yang menjijikan dan harus dikucilkan,” katanya dalam pesan tertulis yang diterima Okezone, Senin (1/10/2018).

Menurutnya kendala lain yang dihadapi adalah jauhnya lokasi pusat kesehatan dari rumah, terutama dikampung terpencil. Sebenarnya penyakit TBC bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat secara teratur. Semakin parah kondisi pasien, maka akan semakin lama penyembuhan. Oleh karena itu penting untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC.

“Penyakit infeksi ini bisa diobati dengan minum obat teratur dalam waktu 3 bulan. Setelah minum obat teratur dalam 3 minggu, pasien sudah tidak menularkan gejala dan jangan dikucilkan. Bagi pasien yang tertular bakteri yang sudah resisten obat regimen pertama, maka pengobatan akan lebih lama dan rumit. Tetapi bisa diatasi dan disembuhkan” ucapnya

Untuk masyarakat umum juga bisa membantu dengan cara menanyakan gejala batuk pada staf rumah sakit dan melakukan test rontgen dada jika mengalami gejala seperti batuk yang berlangsung lama, batuk berdarah, dan berkeringat setiap malam.

 Baca juga: 5 Zodiak Ini Terkenal Tukang Bohong, Anda Masuk Daftar Gak?

Untuk mendukung pergerakan penyakit TBC dan menghilangkan stereotipe masyarakat kalau penyakit TBC bisa disembuhkan, sejumlah artis dunia juga mengikuti rapat ini, seperti Miss Afrika, Tamryn Green yang telah sembuh dari penyakit TBC. Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, Mentri Kesehatan Nila Moeloek.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini