nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Penyakit Jantung Rematik yang Menyerang Anak-anak

Firda Janati, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 14:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 01 481 1958049 waspada-penyakit-jantung-rematik-yang-menyerang-anak-anak-L2f2sSFu5C.jpg Penyakit Jantung (Foto: TVC News)

Penyakit jantung merupakan penyakit mematikan selain kanker. Penyebab seseorang terkena penyakit jantung sebenarnya banyak, salah satunya adalah kebiasaan atau gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu risiko tinggi terkena penyakit jantung.

Anda mungkin telah sering mendengar penyakit jantung koroner atau tekanan darah tinggi. Namun, ternyata penyakit jantung rematik juga banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak usia 5-13 tahun atau seusia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Penyakit jantung rematik terjadi ketika katup yang terdapat pada jantung mengalami kerusakan. Seharusnya katup terbuka secara bebas tetapi jika bukaan katup jantung terhambat atau bahkan tertutup dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah, yaitu kematian mendadak akibat gagal jantung.

Baca Juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

(Baca Juga: Mantan Agen Bocorkan Ciri-Ciri Pasangan Anda Selingkuh, Coba Dicek)

"Banyak ditemui salah satunya di RS Harapan Kita, rata-rata kondisinya sudah lanjut, sehingga opsinya adalah operasi," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. BRN. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) saat di temui di Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Penyakit jantung rematik sebenarnya dapat di deteksi secara dini. Menurut dr. Ario penyakit jantung rematik ini terjadi karena adanya paparan kuman yang akhirnya dapat memengaruhi kondisi katup jantung.

"Diagnosianya memang sulit, biasanya awal penyakit ini terjadi karena ada kuman streptokokus pada tenggorokan. Penyakit tenggorokan umum terjadi pada anak-anak. Tetapi kalau kuman rematik lebih spesifik dan terjadi berulang-ulang, terjadinya hal ini membuat tubuh bereaksi terhadap benda asing (kuman) yang menempel dan akhirnya terjadi peradangan pada katup jantung", ucapnya

dr. Ario juga mengatakan bahwa orang yang berisiko terkena penyakit ini adalah mereka yang ekononinya rendah, tinggal di daerah yang padat dan kumuh, serta memiliki tingkat pelayanan yang kurang.

"Mereka yang tinggal di daerah yg padat (populasi sangat tinggi) yang berisiko terkena penyakit ini. Walaupun belum ada data angka berapan persen orang yang terkena serangan rematik, tetapi jika di lihat dari jumlah pasien yang

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini