Mulailah Rawat Usus Kamu, Triliunan Bakteri Ada di Sana!

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 01 481 1958213 mulailah-rawat-usus-kamu-triliunan-bakteri-ada-di-sana-m49rovQDGT.jpg Sakit Perut (Hellosehat)

USUS manusia dihuni sekitar 100 triliun bakteri. Dengan kemajuan teknologi sekarang, manusia bisa membedakan bakteri baik dan jahat.

Maka itu, perut perlu dipenuhi bakteri baik yang terkandung dalam probiotik. Probiotik adalah bakteri atau jamur yang dapat mendukung sistem pencernaan serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ada berbagai manfaat probiotik, di antaranya memperkuat sistem kekebalan tubuh, meredakan masalah pencernaan, mengurangi intoleransi laktosa, menyehatkan pencernaan, mengurangi efek antibiotik. “Di usus terdapat senyawa seretonin yang memengaruhi ketenangan otak. Seretonin ini diproduksi bakteri baik,” ujar Prof Dr It FG Winarno MSc, pakar teknologi pangan, dalam acara Indofood Riset Nugraha (IRN) 2018- 2019 di Indofood Tower beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Perkembangan Teknologi Bayi Tabung Terkini

Perut

Dia melanjutkan, orang sehat memiliki bakteri baik hingga lebih dari 70%. Sedangkan, proses kerusakan tubuh bisa dimulai dari usus besar. Kelompok bakteri yang menghuni usus atau disebut bakteri flora usus dikenal dengan sebutan mikrobioma usus. “Mikrobioma usus ini bisa dibilang otak kedua manusia,” papar Winarno, penggagas sekaligus Ketua Tim Pakar IRN sejak 1998.

Sementara itu, dr Widjaja Lukito SpGK PhD menambahkan, jika keracunan makanan, misalnya, salmonella yang menyebabkan demam tiphoid, tetapi mikrobioma di usus baik, tubuh mampu melawan patogen yang ada. Lantas, sumber pangan apa yang bisa memperbaiki flora normal kita?

 Baca juga: Tidak Peka dengan Gejala Awal Jadi Penyebab Tingginya Penyakit TBC

“Salah satunya dietary fiber . Dulu hanya serat larut air yang dipandang bagus, padahal serat tidak larut air juga baik dan bisa dicerna mikrobioma usus kita,” kata dr Lukito.

Guna mendukung penelitian di Tanah air, IRN hadir untuk membantu melahirkan banyak peneliti hebat yang berfokus pada kemajuan ketahanan pangan dan gizi Indonesia. Indofood pada kesempatan itu memberikan dana bantuan riset untuk 58 mahasiswa S-1 dari seluruh Indonesia senilai Rp3 miliar.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang juga Ketua Program IRN, Suaimi Suriady, mengatakan, anggaran yang dialokasikan kali ini 15% lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

 Baca juga: 5 Tampilan bak Remaja Anissa Aziza, Istri Raditya Dika yang Tengah Hamil

“IRN sudah berumur 20 tahun. Tahun ini ada peningkatan (anggaran) 15% dari periode sebelumnya menjadi sekitar Rp3 miliar,” ujar Suaimi. Terkait mikrobioma usus, dr Lukito menyarankan, mengonsumsi bakteri asam laktat yang terdapat para yoghurt bisa meningkatkan flora normal yang baik dan mencegah berbagai penyakit. Namun, bagaimana dengan mereka yang intoleransi laktosa? “Konsumsi yoghurt yang mengandung bakteri asam laktat bisa mengurangi intoleransi laktosa ini,” kata dr Lukito.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini