nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rentan Alami Masalah Kejiwaan, Orangtua Diimbau Lebih Perhatikan Anak-Anak Usia 10-19 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 07:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 02 196 1958776 rentan-alami-masalah-kejiwaan-orangtua-diimbau-lebih-perhatikan-anak-anak-usia-10-19-tahun-AxQo7DrjcJ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI orangtua yang baik, tentu Anda wajib memberikan beberapa hal yang terbaik untuk Anda. Tak hanya materi dan kasih sayang, sebagai orangtua yang baik Anda wajib memantau dan memeriksakan kejiwaan sang buah hati.

Sebagaimana diketahui usia anak yang paling rentan mengalami masalah kejiwaan adalah di usia 10-19 tahun. Alhasil di masa ini, Anda wajib memberikan dukungan dan memperhatikan kondisi mental sang buah hati, agar tidak berdampak negatif bagi masa depannya.

Usia 10-19 tahun dinilai menjadi kondisi yang paling rawan karena 16% dari global burden of disease and injury terjadi di masa ini. Separuh dari kondisi kesehatan jiwa dimulai pada usia 14 tahun, tapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan.

Secara global, depresi adalah salah satu dari penyebab penyakit dan disabilitas pada remaja. Mereka tak segan untuk bunuh diri dan menyumbangkan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia. Jika hal ini dibiarkan berlanjut maka akan memengaruhi kesehatan fisik dan mental serta kegagalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik pada usia dewasa.

 (Baca Juga:Doa Selamat dari Segala Musibah, Termasuk Gempa Bumi dan Tsunami)


Penyalahgunaan napsa dan alkohol serta benda berbahaya lainnya menjadi salah satu efek yang ditimbulkan dari masalah kejiwaan yang melanda masyarakat secara global. Upaya promotif dan preventif bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Keberhasilan tersebut juga tak lepas dari pola asuh yang baik dan benar di dalam keluarga, sehingga sang anak tidak perpengaruh hal negatif dari luar lingkungan.

Ketua PDSKJI pusat, dr. Eka Viora, Sp.KJ pun turut membenarkan hal ini. Ia menilai rentan usia 10-19 tahun adalah fase yang unik dan formatif. Kebanyakan remaja memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, tapi akibat perubahan emosi dan sosial termasuk penyalahgunaan dan tindak kekerasan, maka remaja rentan mengalami masalah kejiwaan.

 (Baca Juga:4 Inspirasi Padu Padan Batik dan Hijab ala Selebriti Tanah Air)

Dokter Eka Viora juga menjelaskan risiko seseorang mengalami masalah kejiwaan kian meningkat di negara miskin. Pasalnya negra miskin sudah pasti memiliki tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Orang seperti inilah yang sulit untuk menggambarkan ekspresi mereka.

“Latar belakang pendidikan dan orang yang tinggal di low income country atau miskin, biasanya susah untuk menggambarkan ekspresinya. Mereka lebih merasakan apa yang dirasakan oleh fisiknya. Padahal ini adalah semua masalah yang ada pada mentalnya. Jadi cara satu-satunya adalah menghilangkan stigma negatif terhadap masalah kejiwaan,” tutur dr Eka, saat ditemui Okezone di Gedung Adhyatma, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 2 September 2018.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini