Terkendala Listrik, Tenaga Kesehatan Pantang Menyerah Rawat Korban Gempa Palu dan Donggala

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 02 481 1958462 terkendala-listrik-tenaga-kesehatan-pantang-menyerah-rawat-korban-gempa-palu-dan-donggala-Sgd2kgDGF3.jpg Ilustrasi (Foto: Foxnews)

PERHATIAN masyarakat kini tengah berpusat pada peristiwa pasca bencana alama gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Duka masih menyelimuti, tapi raga mesti tegar sebab kehidupan mesti terus berlanjut.

Akibat bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu kerusakan infrastruktur termasuk aliran listrik menjadi bermasalah. Hal tersebut berdampak pada pengobatan medis bagi korban bencana sehingga menjadi terkendala.

Korban banyak yang terluka hingga mengidap trauma pasca bencana alam. Pada kasus trauma muskuloskeletal yang jumlahnya ratusan misalnya, tenaga kesehatan mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan. Sementara genset RS Undata tidak berfungsi dan tidak tersedia BBM.

Pengobatan harus tetap dilakukan. Kondisi yang tidak mendukung mesti ditaklukan. Oleh karena itu, untuk mengatasi kendala listrik, tim tenaga kesehatan dari Universitas Makassar selain membawa logistik lain, juga membawa sendiri genset agar tetap bisa melakukan pengobatan.

korban gempa

(Foto: Herman Kambuna/Okezone)

Dalam rilis yang Okezone terima, Selasa (2/10/2018) tertulis, tim yang berangkat di antaranya orthopaedi enam orang, dokter umum dua orang, dokter mata dua orang, anestesi dua orang, internis tiga orang, forensik empat orang, dan teknisi lainnya. Tim yang dipimpin oleh Prof. Idrus itu berhasil merapat ke lokasi terdampak melalui jalur darat dan udara pada 31 September 2018 lalu.

Prioritas penanggulangan kegawatdaruratan bencana saat ini dan yang perlu ditangani segera adalah evakuasi korban, penanganan medis, pemulihan jaringan listrik, penanganan pengungsi, meliputi tenda, logistik, air bersih, dan jaminan rasa aman bagi warga agat tercegah dari penjarahan.

Di samping itu, semua sektor kesehatan melakukan koordinasi untuk merapat ke Palu dan Donggala. Tim orthopaedi dilaporkan sudah sampai ke lokasi bencama untuk melakukan pemetaan lapangan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini