Angka Kesulitan Tidur pada Anak Meningkat, Ini Penyebabnya

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2018 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 02 481 1958671 angka-kesulitan-tidur-pada-anak-meningkat-ini-penyebabnya-xzay0WHwXX.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MASALAH tidur kerap dialami oleh orang dewasa. Biasanya hal itu terjadi karena permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, sekarang anak kecil juga mulai mengalami kesulitan saat hendak pergi tidur. Bahkan jumlahnya terus meningkat.

Berdasarkan data dari NHS Digital, tahun lalu tercatat ada 9.429 kasus gangguan tidur pada anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Padahal pada periode 2012-2013 jumlahnya hanya 6.520 kasus. Besar kemungkinan peningkatan ini berkaitan dengan penggunaan media sosial dan perangkat digital sebelum tidur. Selain itu, obesitas pada anak dan masalah kesehatan mental juga diperkirakan menjadi pemicunya.

Akan tetapi, beberapa ahli percaya bila seharusnya media sosial tidak disalahkan. Sebaliknya, orangtua harus lebih mendapatkan pengajaran tentang pemberian batas terhadap anak-anaknya.

 (Baca Juga:Liburan ke Korsel, Begini 5 Gaya Cute Laudya Cynthia Bella)

"Kami tahu cahaya biru dari layar perangkat digital dapat mengganggu tidur. Tetapi masalah utamanya mengarah ke pengasuhan yang buruk, bukan media sosial," ungkap ahli detoks digital, Tanya Goodin seperti yang dikutip dari Independent, Selasa (2/10/2018).

 

Menurutnya, pada saat anak begadang di malam hari karena terfokus dengan layar gadget dan bermain media sosial maka itu merupakan kesalahan orangtuanya. Hal senada juga diungkapkan oleh pendiri NHS Doncaster, Vicki Dawson. Dirinya menuturkan untuk mengatasi masalah gangguan tidur, penting bagi orangtua menetapkan aturan yang ketat.

“Kami melihat semakin banyak keluarga yang orangtuanya bekerja dan pulang larut malam. Kondisi ini berdampak pada pelambatan waktu tidur sehingga rutinitas menjadi tergesa-gesa atau bahkan ditinggalkan sama sekali. Rutinitas tidur yang baik adalah kunci dalam mendukung pola tidur yang lebih baik,” jelas Vicki.

 (Baca Juga:Cute! Boneka 'Barbie' Ikut Rayakan Hari Batik Nasional, Yuk Lihat Pakaian Mereka Lebih Dekat!)

Sementara itu, bukan hanya penggunaan media sosial yang digembar-gemborkan sebagai penyebab peningkatan gangguan tidur. Tingginya angka obesitas dan krisis kesehatan mental juga merupakan faktor yang berkontribusi. Obesitas berkontribusi pada sleep apnea yang mengganggu kualitas tidur.

Masalah kesehatan mental seperti kecemasan dapat menyebabkan kesulitan tidur. Di sisi lain kurang tidur dapat berkontribusi pada kecemasan.

"Anak-anak membutuhkan rutinitas yang konsisten sejak awal seperti membangun waktu perputaran di penghujung hari dan mengurangi penggunaan ponsel cerdas satu jam sebelum tidur,” pungkas konsultan tidur Michael Farquhar.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini