nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makan di Malam Hari Bikin Badan Gemuk, Benarkah?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 20:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 03 481 1959184 makan-di-malam-hari-bikin-badan-gemuk-benarkah-cia9lyN8zC.jpg Ilustrasi (Foto: Livestrong)

BANYAK orang yang mengatakan, ngemil atau makan di malam hari dapat menaikkan berat badan secara drastis. Bahkan, tak sedikit orang yang mengikuti tren untuk berhenti mengonsumsi makanan di atas pukul 20.00 WIB.

Asumsi tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Mindset seperti ini harus diubah karena pada dasarnya, makanan yang Anda konsumsi lebih penting dibanding "waktu" mengonsumsinya.

Nah, untuk menghindari kesalahan informasi, berikut Okezone rangkumkan penjelasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Healthline, Rabu (3/10/2018).

Ide konsumsi makanan pada malam hari memicu kenaikkan berat badan sebetulnya berasal dari sebuh studi dengan objek penelitian berupa hewan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tubuh cenderung mendapatkan asupan kalori yang berbeda setiap waktu.

Beberapa ahli berhipotesis bahwa makan malam hari bertentangan dengan ritme sirkadian tubuh. Ritme sirkadian merupakan siklus 24 jam yang memberi tahu tubuh Anda kapan harus tidur, makan, dan bangun.

(Baca Juga: Viral #RaisaMeetSutopo, Mimpi Sutopo BNPB Ketemu Raisa Segera Terwujud)

Menurut ritme ini, malam hari adalah waktu untuk beristirahat bukan mengonsumsi makanan. Memang, beberapa pebelitian hewan mendukung teori ini.

Tikus yang diberi makan pada malam hari bertentangan dengan ritme sirkadian mereka. Secara signifikan tubuh mereka lebih berat daripada tikus yang hanya makan selama jam normal (bukan malam hari), bahkan jika mereka makan dengan jumlah makanan yang sama.

ngemil di malam hari

Namun, tidak semua penelitian pada manusia mendukung gagasan ini. Faktanya, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa kenaikkan berat badan belum tentu berkaitan dengan waktu yang Anda makan, tetapi seberapa banyak Anda memakannya.

(Baca Juga: 4 Orang Ini Catat Bagaimana Mereka Akan Mati, Membacanya Bikin Merinding)

Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilkukan pada 1600 anak-anak tidak menemukan hubungan antara makan malam (di atas jam 8 malam), dengan kenaikkan berat badan berlebih. Dalam studi ini, anak-anak tersebut tampaknya cenderung lebih sedikit mengonsumsi kalori.

Namun, saat para peneliti melacak kebiasaan makan 52 orang dewasa, mereka menemukan bahwa mereka yang makan di atas jam 8 malam, asupan kalorinya ternyata lebih banyak daripada makan di bawah jam 8 malam. Dengan demikian, kalori ekstra yang dikonsumsi oleh pemakan larut bisa menyebabkan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.

Para peneliti menegaskan, ketika total asupan kalori Anda benar-benar sesuai dengan kebutuhan harian, kenaikan berat badan tampaknya tidak akan terjadi, meski Anda mengonsumsi makanan di malam hari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini