Sedot Lemak di Pipi Seperti Ratna Sarumpaet Dampaknya Bisa Permanen

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 04 194 1959692 sedot-lemak-di-pipi-seperti-ratna-sarumpaet-dampaknya-bisa-permanen-jcQrfcBIXk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANYAK wanita rela melakukan berbagai prosedur medis demi memiliki bentuk wajah yang diinginkan. Begitu juga dengan sedot lemak yang baru-baru ini dilakukan Ratna Sarumpaet.

Pada dasarnya sedot lemak atau liposuction merupakan suatu prosedur medis yang bertujuan untuk menghilangkan kelebihan lemak, khususnya jika penumpukan lemak terlokalisasi di satu area tertentu. Lalu apakah hasil sedot lemak bisa permanen dan bertahan lama?

Dokter spesialis bedah plastik dari Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Bina Estetika, Menteng, Jakarta, dr. Laksmi Achyati Sp.BP-RE menjelaskan sel lemak tidak diproduksi lagi saat beranjak dewasa sehingga proses penyedotan lemak dapat memberikan efek yang permanen pada kontur tubuh, selama asupan makanan dan olahraga tetap dijaga.

 (Baca Juga:7 Gaya Hidup yang Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara)

"Liposuction bukan pengganti diet dan olahraga serta bukan untuk mengatasi obesitas. Liposuction juga tidak dapat mengatasi kerutan kulit maupun selulit. Tidak mungkin lemak di seluruh tubuh disedot. Jumlah lemak yang dapat disedot di satu area tubuh terbatas," ujar dr. Laksmi.

Mengingat tidak semua jumlah lemak dapat diambil sehingga tidak dapat untuk membentuk tubuh menjadi selangsing mungkin. Oleh karena itu, dr. Laksmi menyarankan setelah sedot lemak, pasien harus menjaga makanan yang dikonsumsi dan rajin berolahraga.

 (Baca Juga:Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali)

"Kalau dijaga, hasilnya berat badan bisa lebih turun dari yang semula," kata dia.

Sementara untuk jumlah lemak, biasanya dokter akan mengambil lemak sesuai dengan kebutuhan.

"Saat tindakan, akan dilihat apakah lemak yang disedot sudah memberi hasil yang diinginkan, tapi kondisi pasien juga jadi pertimbangan, misalnya ada tidaknya perdarahan atau kondisi tekanan darahnya," papar dia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini