nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Berbohong di Usia Senja, Apakah Ratna Sarumpaet Mengalami Post Power Syndrome?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 04 196 1959500 masih-berbohong-di-usia-senja-apakah-ratna-sarumpaet-mengalami-post-power-syndrome-SEKyHvcJtL.jpg Ratna Sarumpaet alami post power syndrome? (Foto:Ilustrasi/Ist)

KITA akhirnya tahu bersama bahwa skenario "Pengeroyokan 21 September 2018" oleh Ratna Sarumpaet hanya bualan semata. Semua yang sempat diutarakan dan diperdebatkan hanya kisah khayalan yang sampai kini belum diketahui motifnya.

Menjadi perhatian tersendiri ketika kita tahu bahwa usia Ratna Sarumpaet sudah di angka 69 tahun, yang mana biasanya mereka yang sudah berada di usia tersebut akan lebih bijak dalam bercakap. Tapi, apa yang dilakukan Ratna?

Dalam penjelasannya pada awak media, kasus kebohongan ini dimulai di rumah, saat dia ditanya anaknya apa yang telah terjadi pada wajahnya yang bengkak. Pada pernyataan resminya, Ratna mengaku bahwa dirinya dipukuli. Ide tersebut pun diakui Ratna berasal dari setan yang dia pun tak tahu datang dari mana.

Padahal, kenyataannya adalah wajahnya bengkak karena pasca operasi sedot lemak pipi yang jika dilihat dari bukti yang dimiliki Polda Metro Jaya, menghabiskan dana sebesar Rp90 juta!

Nah, bagaimana kemudian menyikapi kondisi Ratna Sarumpaet ini, apakah kebohongan yang dia lakukan ada kaitannya dengan masalah Post Power Syndrome atau memang ada tujuan lain?

(Baca Juga: Deretan Wanita Tercantik Dunia Sepanjang Masa, Siapa Sajakah?)

(Baca Juga: 6 Meme Drama Oplas Ratna Sarumpaet, dari Jadi Valak sampai Dijejerin Lucinta Luna)

Dijelaskan Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., jika memang ingin dilihat pada kasus biasanya wanita tua itu lebih bijak, tetapi Ratna Sarumpaet sepertinya tidak melakukan hal demikian, secara umum ada kondisi yang dinamakan Post Power Syndrome.

"Di mana, kondisi ini adalah masa transisi yang dialami seseorang dari bekerja dan kemudian pensiun. Hal ini ternyata memengaruhi psikologis individu tersebut," katanya pada Okezone melalui pesan WhatsApp, Kamis (4/10/2018).

Dia melanjutkan, pada beberapa orang, kemampuan fisiknya menurun, tapi di sisi lain individu ini merasa kaya akan pengalaman. Kejayaan masa lalu yang pernah diperoleh sudah tidak lagi memiliki kekuatan, karena masyarakat menilai dari fisiknya yang dinilai lemah.

"Kesenjangan ini yang menimbulkan perasaan terasingkan. Inilah yang disebut sebagai Post Power Syndrome sesuai dengan apa yang dijelskan Jalaluddin (1996)," kata Psikolog Mei.

Jadi, apakah memang Ratna Sarumpaet mengalami masalah ini? Anda yang kemudian bisa menjawabnya, bijaksanakah tindakan Ratna Sarumpaet ini?

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini