Peneliti Ungkap Bahaya Aplikasi Kencan Online, Tingkatkan Masalah Kesehatan Seksual

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 04 196 1959663 peneliti-ungkap-bahaya-aplikasi-kencan-online-tingkatkan-masalah-kesehatan-seksual-zZ6sU4W6uo.jpg Kencan Online. (Foto: Fantasy Dating)

ZAMAN modern seperti ini, menggunakan aplikasi kencan bukan sesuatu yang aneh. Malah, tidak sedikit dari penggunanya mendapatkan jodoh dari aplikasi tersebut.

Tapi, meskipun ada yang "bermain" jujur, angkanya sangat minor dibandingkan mereka yang menggunakan aplikasi kencan online hanya untuk "hook up" atau mencari teman tidur.

Dilansir Okezone dari The World News, banyak dampak negatif dari penggunaan aplikasi seperti ini. Salah satunya adalah hilangnya sensitivitas akan seks bebas. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Psychological Science, pengguna aplikasi kencan sudah tidak lagi menganggap tabu seks dengan orang asing.

Baca Juga: Penasaran Bagaimana Kehidupan Penari Striptis yang Super Seksi? Baca Kisahnya di Sini

Lebih lanjut penelitian juga menemukan fakta bahwa pengguna aplikasi kencan online ternyata sadar akan adanya risiko masalah kesehatan seksual. Tapi, hal tersebut dianggap angin lalu dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Hasil wawancara 182 pengguna Tinder menjelaskan bahwa mereka sadar akan adanya risiko kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, atau menikah dengan pasangan yang tidak kompatibel secara genetik. Tapi, itu dianggap bukan sesuatu yang menakutkan," papar penulis.

Bagi pengguna aplikasi sendiri kebanyakan yang bermain adalah laki-laki. Sebab, pria dianggap mudah terlibat dalam perilaku seksual berisiko.

Baca Juga: 6 Meme Drama Oplas Ratna Sarumpaet, dari Jadi Valak sampai Dijejerin Lucinta Luna

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penyakit menular seksual meningkat dengan status "mengkhawatirkan" di Amerika naik 2,8 persen sejak 2013, dan mempengaruhi orang-orang muda antara usia 15 dan 24 tahun, dengan aplikasi kencan sebagai salah satu penyebabnya.

Hasil penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang lebih besar yang diterbitkan tahun lalu di Personality and Individual Differences, jurnal peer-review, ditulis bersama oleh Baris Sevi, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Manusia Universitas West Virginia.

Survei lain yang diterbitkan dalam jurnal peer-review online pada tahun 2016 sebagian mendukung temuan ini. Orang-orang menggunakan aplikasi kencan terutama untuk hiburan, kencan dan seks, menurut penulis Christopher Carpenter, asisten profesor di Western Illinois University, dan Bree McEwan, asisten profesor di bidang teknologi komunikasi di DePaul University.

Tapi, Penelitian lain menunjukkan bahwa memiliki sifat terbuka terhadap seks tidak berarti bahwa orang menggunakan aplikasi itu. Menurut Mons Bendixen, seorang profesor di Departemen Psikologi di Universitas Teknologi Sains Norwegia, dalam jangka pendek, tidak semua pengguna aplikasi kencan berakhir dengan "singkat".

Bendixen menerbitkan studinya Mei lalu di jurnal peer-reviewed Personality and Individual Differences. Orang menggunakan aplikasi kencan seperti Tinder atau Bumble untuk mencari pasangan di tempat kerja atau melalui beberapa komunitas atau acara sosial lain seperti gereja, bar atau klub olahraga. "Tapi hasil akhirnya hampir sama," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini