nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orangtua, Ini Loh 5 Cara Memotivasi Anak di Era Globalisasi

Firda Janati, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 04 196 1959737 orangtua-ini-loh-5-cara-memotivasi-anak-di-era-globalisasi-97GKHYy9Ou.jpg Cara mengasuh anak di era globalisasi (Foto:USNews)

ANAK-ANAK dan remaja tumbuh dengan perkembangan teknologi yang sudah canggih. Hal ini telah membentuk setiap aspek kehidupan mereka. Dulu, anak-anak hanya kenal dan bermain dengan lingkungan terdekat mereka saja. Sekarang, anak-anak tumbuh dengan berbagai macam tekanan teknologi untuk mencapai suatu kesuksesan.

Teknologi yang baru membuat anak-anak dan remaja juga ikut mempelajari hal baru dan bekerja lebih keras. Dilansir dari Usnews, Kamis (4/10/2018), sebagai orangtua, Anda harus mendorong dan memotivasi anak-anak untuk mendapatkan rasa kepercayaan diri demi masa depannya. Berikut 5 cara memotivasi anak.

Jangan lupa istirahat

Dengan adanya teknologi yang canggih, membuat anak-anak menjadi lupa untuk istirahat. Penting bagi Anda sebagai orangtua untuk memberi waktu istirahat terhadap anak agar dapat menenangkan pikiran dari kegiatan sehari-hari mereka. Anda bisa mendengarkan musik bersama atau sekedar berbincang-bincang bersama anak.

Berbicara pencapaian

Hadirnya media sosial dapat berdampak buruk terhadap kebiasaan anak. Mereka akan sering melihat berbagai macam cerita kehidupan orang-orang disekitarnya tanpa tahu kesulitan dan perjuangan yang dihadapi. Tugas orangtua adalah untuk selalu mengingatkan bahwa apa yang dilihatnya selama ini harus melalui proses perjuangan yang panjang. Sering mengingatkan, akan membuat anak belajar jika ingin mencapai suatu kesuksesan.

Fokus pada hal positif

Penting bagi anak untuk selalu memiliki pikiran yang positif. Sebagai orangtua, Anda harus menghargai setiap kegiatan yang dilakukan sang anak. Anda dapat mengajak anak pergi untuk minum kopi atau berjalan-jalan bersama. Momen ini bisa Anda manfaatkan untuk bercerita dengan anak mengenai kegiatan mereka sehari-hari.

(Baca Juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali)

(Baca Juga: Deretan Wanita Tercantik Dunia Sepanjang Masa, Siapa Sajakah?)

 

(Baca Juga: 7 Gaya Hidup yang Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara)

Membimbing anak

Rasa takut atau gagal tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Hal yang paling sulit untuk mereka adalah menyelesaikan tugas sekolah. Agar anak tidak merasa takut akan kegagalan, bimbingkan mereka dengan baik. Anda bisa mengatakan pasa sang anak bahwa yang terpenting ialah usaha, bukan hasil. Hal itu akan membantu anak untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya.

Menjaga komitmen

Bagi anak-anak dan remaja, menjaga suatu komitmen memang sangat sulit. Bukan hanya orang dewasa, mereka juga butuh dorongan untuk menjaga komitmen tersebut. Misalnya, jika sang anak merasa lelah saat les vokal, Anda tidak perlu memaksanya untuk kembali. Tetapi, Anda dapat memberikan sedikit motivasi untuk bisa bertahan dan menjaga komitmennya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini