Mengulik Muasal Mi Instan, Kudapan Favorit 'Sobat Miskin' yang Dulu Termasuk Makanan Mewah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 04 298 1959584 mengulik-muasal-mi-instan-kudapan-favorit-sobat-miskin-yang-dulu-termasuk-makanan-mewah-2aVHwBmOlM.jpg Sejarah mi instan (Foto:Wise)

SEMUA orang tentu sudah tidak asing lagi dengan mi instan. Kudapan ini adalah penyelamat bagi para ‘sobat miskin’ seperti anak kos di perantauan, atau menjadi makanan pelipur lara ketika seseorang sedang meratapi kisah asmaranya yang kandas di tengah jalan. Ya, meski kebanyakan orang tua tidak menganggapnya sebagai makanan utama, namun kehadiran mi instan seolah menjadi oase di tengah gurun pasir yang tandus.

Tapi tahukah Anda, bahwa makanan ini dulunya termasuk salah satu dari sederet makanan mewah? Daripada penasaran yuk simak asal usul mi instan yang berhasil dirangkum Okezone dari Goodyfeed, Kamis (4/10/2018).

 

Sejarah mi instan

Kudapan berbahan tepung ini pertama kali ditemukan pada tahun 1945, setelah dunia diguncang perang berkepanjangan selama kurang lebih 6 tahun. Kekurangan pangan yang melanda sejumlah negara termasuk Jepang, membuat Kementerian Kesehatan negara tersebut mendorong warganya untuk mengonsumsi roti yang terbuat dari gandum.

Gandum yang mereka gunakan dipasok langsung oleh Amerika Serikat untuk membantu Jepang bangkit kembali setelah kalah pada Perang Dunia II. Kemunculan mi instan sendiri tak terlepas dari seorang tokoh kuliner Jepang bernama Momofuku Ando.

Menurut cerita, kala itu Anda sedang berjalan di Osaka dan melihat orang-orang sedang mengantri di depan warung ramen. Saat itulah dia merasa bahwa orang Jepang sudah mengalihkan pilihannya dari roti gandum ke ramen.

Ketika dia bertanya kepada pihak Kementerian, mengapa mereka tidak mendorong orang Jepang untuk mengonsumsi mi atau ramen, ternyata ada sejumlah pertimbangan. Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, perusahaan-perusahaan pemasok mi pada saat itu masih terlalu kecil dan tidak stabil untuk memenuhi kebutuhan warga. Seperti sebuah pepatah bijak yang mengatakan,

(Baca Juga: Deretan Wanita Tercantik Dunia Sepanjang Masa, Siapa Sajakah?)

(Baca Juga: 6 Meme Drama Oplas Ratna Sarumpaet, dari Jadi Valak sampai Dijejerin Lucinta Luna)

“Perdamaian akan datang saat ada makanan yang cukup untuk dikonsumsi,”

Mendengar hal tersebut, hati kecil Ando pun tergerak. Ia ingin menciptakan olahan makanan pasca perang yang sempurna. Namun harus memiliki sejumlah elemen penting yakni, lezat, tidak mudah busuk, dapat disajikan dalam waktu kurang dari tiga menit, ekonomis, aman dan sehat.

Mengingat pada saat itu ia melihat gerai ramen ramai dikunjungi, dia memutuskan untuk membuat olahan mi berkuah sup yang diproduksi secara masal. Setelah melakukan percobaan selama kurang lebih satu tahun, Ando tidak berhasil mendapatkan rasa yang tepat.

 

Sampai pada suatu hari, ia hanya melemparkan beberapa potong mi ke dalam minyak tempura panas. Tiba-tiba istrinya kembali memanaskan makanan tersebut untuk menu makan malam. Di saat itulah Ando berhasil menemukan bumbu rahasia yang selama ini ia cari.

Saat Ando menggoreng mi, bahan makanan itu mengalami dehidrasi (menjadi kering). Tidak hanya itu, proses tersebut juga menciptakan perforasi kecil yang membuat mi menjadi lebih cepat matang. Berawal dari ketidaksengajaan itulah, ramen pertama di dunia (Chikin Ramen) berhasil diciptakan.

Mi instan masuk dalam kategori makanan mewah

Sekarang, orang menganggap bahwa mi instan termasuk makanan yang rendah nutrisi. Fakta tersebut ternyata berbanding terbalik dengan olahan mi instan hasil kreasi Ando.

 

Ketika pertama kali di jual di pasaran, harga ramen Ando dibanderol dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada olahan sup suger di toko ramen lokal. Namun, mengingat orang-orang tertarik pada gagasan memasak ramen di rumah mereka sendiri.

Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, mi instan kemudian menjadi makanan pokok masyarakat Jepang. Ketika Ando menemukan kreasi mi cangkir pada 1971, produk makanan tersebut langsung digemari oleh seluruh penduduk dunia.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini