5 Faktor Penyebab Perut Tetap Buncit walau Sudah Olahraga, Salah Satunya karena Nasib

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 04 481 1959482 5-faktor-penyebab-perut-tetap-buncit-walau-sudah-olahraga-salah-satunya-karena-nasib-IkubOMkycB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AGAR bisa memiliki tubuh yang ideal, orang kerap melakukan olahraga. Salah satu yang menjadi sasaran untuk dikecilkan adalah perut. Tapi, ada orang yang ternyata perlunya tidak kerap jadi roti sobek, meskipun sudah berolahraga.

Nah, yang perlu diketahui adalah perut yang rata tidak selalu didapatkan hanya dengan melakukan diet dan berolahraga. Mungkin ada faktor-faktor lain yang menyebabkan perut Anda tidak mengecil meskipun Anda telah berolahraga dan diet ketat.

Berikut adalah faktor-faktor yang mungkin menjadi alasan mengapa perut Anda tidak mengecil, seperti yang telah dilansir oleh Okezone dari ReadersDigest, Rabu (3/10/2018).

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

1. Faktor genetik

 

Faktor genetik terkadang memiliki peran yang penting dalam distribusi dan penyimpanan lemak dalam perut Anda. Menurut Michael Nusbaum, MD, seorang ahli bedah bariatrik dan pendiri Healthy Weight Loss Centers, lemak visceral atau jenis lemak yang disimpan tubuh di dalam perut dan di sekitar usus, mungkin dapat menjadi penyebab perut Anda buncit.

Artinya, sudah nasib jika perut Anda menjadi buncit, meskipun Anda sudah berolahraga secara teratur. “Ada orang yang pada dasarnya akan cenderung memiliki perut yang sama dengan ayah atau ibu mereka,” katanya.

2. Hormon rusak

Berubahnya kadar hormon merupakan salah satu alasan yang memungkinkan bertambahnya berat badan terutama bagi wanita yang mengalami menopause, terutama di sekitar perut.

Menurut Eldred Taylor, MD, seorang dokter kandungan ginekolog di Atlanta, Georgia, setelah menopause jaringan lemak menghasilkan estrogen dan hal ini menyebabkan penyimpanan lemak di daerah perut.

“Stres juga dapat memblok ovulasi, dan ketika wanita berhenti berovulasi, mereka tidak menghasilkan progesteron,” katanya. Progesteron tersebut sangat penting karena dapat membantu membakar lemak untuk dijadikan energi.

Baca Juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

3. Memiliki hipotiroidisme

 

Penyakit ini menyebabkan metabolisme lebih lambat dari seharusnya sehingga mempengaruhi seseorang untuk mengumpulkan lebih banyak lemak. Tiroid memiliki peran untuk mengatur kecepatan dimana semua sistem organ akan bekerja, jadi jika lambat, semua sistem lain akan berjalan lambat dan hal itu cenderung dapat menambah berat badan Anda.

Selain itu, hal ini juga menyebabkan Anda merasa kelelahan karena tubuh tidak memiliki bahan bakar untuk menghasilkan energi bagi tubuh.

4. Mengonsumsi steroid

Wanita pramenopause yang mengonsumsi steroid untuk melawan perubahan hormon dapat mengalami penambahan berat badan. Mengonsumsi steroid dapat menyebabkan timbunan lemak di sekitar perut Anda. Steroid juga biasa digunakan untuk mengatasi peradangan dan hal ini pun juga dapat menyebabkan Anda mengalami penambahan berat badan.

5. Mengkonsumsi antipsikotik atau antidepresan

Antipsikotik atau antidepresan juga diketahui dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan, sehingga akan menghasilkan perut yang buncit.

Menurut laporan Scientific American, Dr Merino setuju bahwa antipsikotik dan antidepresan adalah hal yang memiliki hubungan dengan penambahan berat badan karena kedua obat ini dapat mempengaruhi insulin. Insulin adalah steroid anabolik yang pada dasarnya menyebabkan hilangnya otot dan terciptanya lemak pada tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini