nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potret Masa Kecil Ratna Sarumpaet, Riwayat Anak Menteri dan Lahir dari Ibu Pejuang Wanita

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 10:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 05 196 1960018 potret-masa-kecil-ratna-sarumpaet-riwayat-anak-menteri-dan-lahir-dari-ibu-pejuang-wanita-YBr9Kdkm0e.jpg

Akibat mengarang kebohongan kepada masyarakat Indonesia, Ratna Sarumpaet sosoknya sangat diburu. Banyak orang mencari tahu seluk beluknya, terlebih saat masa kecil.

Menariknya, ibunda Atiqah Hasiholan itu pernah mengungkap kisah masa kecilnya. Dia mengunggah foto kecilnya di media sosial, tepatnya pertama kali setelah membuat akun Instagram.

Baca Juga:

"Ini foto pertamaku (yang diunggah), diambil sekira tahun 1953. 62 tahun silam waktu aku (yang kanan) masih culun dan menggemaskan hehehe," ujar Ratna saat mengunggah fotonya tahun 2015.

Pada saat itu, perempuan 69 tahun itu menyapa Warganet dengan ramah dan sedikit guyon. Malahan dia mengaku senang dunia foto sejak lama.

"Hai para Instagramer! Aku baru buka akun nih, salam kenal! Aku bukan fotografer ahli, tapi suka fotografi seperti kalian semua. Kalau moto aku cuma pakai handphone, sesekali pinjam kamera anak atau mantu," katanya.

Tampak dalam foto itu, adiknya, Riris Sarumpaet menemani dirinya. Keduanya punya bentuk wajah hampir sama, tapi karakternya berbeda-beda.

"Yang di sampingku itu Riris Sarumpaet. Dia (kini) Guru Besar di UI dan adik kandungku. Salam," tambahnya.

Selang beberapa hari, Ratna pun mengunggah foto keluarga besarnya. Terdiri dari ayah, ibu, serta adik-kakaknya. Dia mengenalkan sosok keluarganya kepada followers-nya.

"Foto keduaku ini masih masa kanak-kanakku, diambil tahun 1955. Aku nomor dua dari kanan. Di kananku Prof Riris Sarumpaet, nomor dua dari kiri Mutiara Sani (Istri Asrul Sani), bapakku Saladin Sarumpaet," terang dia di kepsyen foto unggahanya.

Dia menyebut bahwa sang ayah adalah seorang politisi, juga pendiri Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Malahan Saladin juga pernah duduk di kursi DPR, sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertanian dari Pemerintahan Pemberontak (PRRI).

Dalam foto itu, juga ada nenek Atiqah Hasiholan. Julia Hutabarat namanya. Meski postur tubuhnya kecil, tapi ketangguhannya besar. Di era kejayaannya, ibunda Ratna adalah tokoh pergerakan perempuan paling disegani di Tapanuli, kota asalnya.

"Meski punya 9 anak, ibu pernah mendirikan Sekolah Guru Perempuan di Tarutung (Sumatera Utara)," bebernya.

Ibu yang melahirkan Ratna itu pun pernah berkutat di dunia media. Sebab, saat itu sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi Majalah Melati. Majalah itu pertama terbit khusus perempuan di Sumatera Utara.

Melihat riwayat keluarga, Ratna memang besar di lingkungan politik. Dia pun mengikuti jejak kedua orangtuanya sampai saat ini, tapi sayang, dia sering bikin kehebohan di hadapan publik.

FOTO - 1955 Hi all! Foto Kedua-ku ini masih foto masa kanak2ku/foto keluarga. Diambil tahun 1955. Aku nomor dua dari kanan, di kananku Prof. Riris Sarumpaet, nomor 2 dari kiri, Mutiara Sani (Isteri Asrul Sani). Bapakku, Saladin Sarumpaet seorang politisi, pendiri Parkindo, Anggota DPR, dan jadi Menteri Pertanian dari pemerintahan pemberontak (PRRI). Ibuku, Julia Hutabarat, kecil mungil tapi sangat kuat. Sebagai aktivis, aku tidak ada apa2nya dibanding beliau. Di eranya, ia tokoh Pergerakan Perempuan paling disegani di Tapanuli. Meski punya 9 anak (di foto masih 7), ia mendirikan sebuah Sekolah Guru Perempuan di Tarutung, ia menerbitkan dan jadi Pemred dari sebuah majalah perempuan pertama di Sumatera, Majalah Melati. Ia satu dari sangat sedikit perempuan yang duduk di Konstituante 1955. Waktu Bapakku memberontak, perempuan pendiam itu jadi tahanan politik Sukarno selama 1 tahun di Medan. Ada dua hal perlu dicatat. SATU: Meski Ayahku lawan politik Sukarno dan jadi tahanan politiknya selama 2 tahun di Kaliurang, begitu Ayahku bebas dan kami pindah le Jakarta, aku, Sukmawati, Rahmawati, dan Guruh, bersahabat. DUA: Berhenti berpolitik, Bapakku kemudian jadi salah satu Pimpinan Dewan Greja2 se-Indonesia. Pergulatannya melepas 2 putrinya jadi mualaf (aku dan Mutiara Sani), mengajarkan padaku makna demokrasi yang paling hakiki.

A post shared by Ratna Sarumpaet (@rsarumpaet) on May 11, 2015 at 12:00am PDT

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini