Ini Alasan Mengapa Kucing Sering Disebut sebagai Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 06 Oktober 2018 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 05 196 1960215 ini-alasan-mengapa-kucing-sering-disebut-sebagai-hewan-kesayangan-rasulullah-saw-UNLauzI3dg.jpg Kucing (foto: thought Co)

SEBAGAI umat Muslim, kita pasti sudah sangat familiar dengan kisah betapa kucing sebagai hewan kesayangan dari Rasulullah SAW. Dulu semasa hidupnya, dari sekian banyak jenis hewan yang bisa dipelihara, Nabi Muhammad diketahui memilih untuk memelihara kucing.

Kucingnya itu diberi nama Mueeza. Salah satu tindakan Mueeza yang begitu disukai oleh Nabi ialah, kucing tersebut selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan suara adzan.

Saking sayangnya pada kucing, Nabi Muhammad bahkan berpesan bahwasanya kita sebagai manusia harus menyayangi kucing peliharaan kita seperti sama sayangnya kepada sanak-keluarga. Bahkan, dalam hadist dikatakan bahwa siapapun yang berani menyiksa hewan mamalia satu ini, sejatinya akan diganjar hukuman kejam di akhirat nanti.

 (Baca Juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali)

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Tidak seperti anjing yang jika kita terkena air liurnya saja itu artinya kita terkena najis berat, dan harus dibersihkan dengan air atau tanah sebanyak 7 kali. Disebutkan lebih lanjut, Nabi sendiri menekankan bahwa kucing itu tidaklah najis sehingga tidak menyulitkan kita sebagai manusia. Pertama, pada kulit kucing ada yang namanya otot yang bekerja selain untuk menyesuaikan sentuhan manusia, juga bekerja untuk menangkal telur bakteri.

Lidah kucing pun berguna untuk membersihkan bulunya sendiri. Jika Anda melihat kucing menjilati badannya sendiri dengan lidahnya, itu artinya kucing tersebut sedang membersihkan dirinya sendiri dari kuman atau kotoran.

Pada bagian punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, ekor, juga tidak terdapat kuman. Bahkan ini dilakukan terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia dan kondisi kulit. Hal tersebut juga sudah dibuktikan melalui banyak penelitian.

Begitu juga dengan cairan sampel yang diambil dari bagian permukaan lidah. Rasulullah Saw sendiri bersabda bahwa kucing adalah hewan yang tidak najis. “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.”

 

Istri Nabi, Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Diciptakan Allah SWT sebagai hewan yang begitu bersih, tidak najis sehingga tak menyusahkan manusia, dan bahkan diberi kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Mungkin kurang lebih inilah yang membuat Nabi Muhammad begitu menyayangi dan menempatkan kucing di posisi istimewa. Demikian seperti dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (6/10/2018).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini