nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Sterilkan Lingkungan dari Penyakit, Kemenkes Diminta Tak Lupakan Pemulihan Psikologis Korban Bencana di Palu

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 05 481 1960145 selain-sterilkan-lingkungan-dari-penyakit-kemenkes-diminta-tak-lupakan-pemulihan-psikologis-korban-bencana-di-palu-Cl2R7mmCmg.jpg Korban Gempa di Sulteng (Foto: BBC)

Kementerian Kesehatan akan mensterilkan lingkungan di beberapa wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan bakteri.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Palu, Jumat, mengatakan pihaknya telah melakukan disinfeksi di rumah sakit-rumah sakit yang sebelumnya menjadi tempat penampungan jenazah sebelum dimakamkan.

"Rumah sakit setelah dibersihkan maka kita lakukan disinfeksi pada daerah yang sudah digunakan. Kami sudah punya tim teknis dari kesehatan lingkungan yang sudah melakukan desinfeksi, ini akan dilakukan di tempat itu secara serial," kata Yurianto.

Dia mengatakan tim kesehatan lingkungan menyemprotkan disinfektan dengan dosis yang sangat tinggi pada tempat-tempat bekas jenazah di rumah sakit. Setelah itu tim akan memantau dan membersihkannya kembali secara berkala.

"Alhamdulillah sudah bersih, sudah diambil semua dari Rumah Sakit Undata bersih. Meskipun kemarin datang lagi satu tapi sudah kami bersihkan lagi. Kemudian juga di RS Madani, RS Bhayangkara," kata Yurianto.

Pembusukan jenazah yang terjadi pada korban meninggal dunia bisa menyebabkan kuman pembusukan bisa menular pada orang di sekitar. Bakteri tersebut menyebar melelui vektor yakni lalat yang menempel di jenazah kemudian hinggap di kulit manusia atau makanan dan bisa masuk ke dalam tubuh. Penularan bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit seperti diare dan sebagainya.

Kementerian Kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan kondisi air tanah, terutama yang digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air sumur untuk kebutuhan sehari-hari.

"Air sumur ini setiap hari akan kita periksa selama seminggu. Setelah kita meyakini bahwa itu aman kita akan sampaikan ke masyarakat bahwa ini aman," katanya.

korban gempa

Warga Desa Langaleso Kabupaten Sigi mengatakan air irigasi yang mengairi desa mulai tercemar dan menyebabkan tiga ekor ternak mati karena meminumnya. Desa Langaleso merupakan salah satu desa yang terdampak gempa dan terkena limpahan lumpur yang muncul dari dalam tanah dari Desa Jono Oge di sebelahnya

Pulihkan Psikologis Siswa Guru Korba Gempa

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menekankan pemerintah agar jangan melupakan pemulihan psikologis para siswa dan guru sebelum mereka memulai kembali aktivitas pendidikan di sana.

"Para siswa dan guru yang menjadi korban bencana alam dihadapkan pada situasi yang tidak mudah di mana mereka sangat mungkin mengalami trauma karena bencana atau kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggalnya," kata Peneliti CIPS Pandu Baghaskoro, Jumat.

Menurut dia, pemulihan kondisi psikologis sangatlah penting bagi para korban sebelum dapat memulai kembali aktivitas pendidikan.

Ia berpendapat bahwa tanpa mental yang baik, tidak mungkin kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan optimal.

"Secara bertahap, setelah kondisi psikologis mulai pulih, barulah dapat memulai materi pembelajaran," ucapnya Pandu menyarankan pemerintah untuk mengadakan uji psikologis/trauma yang cukup menyeluruh yang terukur, yang bertujuan untuk mengukur kondisi psikologi para korban sebelum akhirnya menentukan momen yang tepat untuk memulai kembali kegiatan pembelajaran.

Hal tersebut penting, lanjutnya, karena trauma bisa menjadi masalah berkepanjangan kalau tidak diatasi.

"Melalui kegiatan-kegiatan pemulihan yang bersifat edukatif dan menghibur, siswa dan para guru bisa dilibatkan. Dengan terlibat dalam kegiatan seperti ini, proses pemulihan pelan-pelan dimulai," papar Pandu.

Selain itu, ia juga menyoroti pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak juga harus mendapatkan perhatian, serta endataan sarana dan prasarana pendidikan sangat diperlukan sebagai bagian dari proses pemulihan kondisi psikologi para korban, terutama siswa dan guru, yang memang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar mengajar.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menyiapkan tenaga konseling untuk membantu pemulihan psikologis anak dan perempuan korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sulawesi tengah.

"Pendampingan tenaga psikologi untuk korban gempa Palu dalam rangka membantu mengatasi trauma perempuan dan anak," ungkap Menteri PPPA Yohana Yembise di Kampung Wardo, Distrik Biak Barat selepas pelantikan pengurus Srikandi Sungai Indonesia, Selasa (2/10).

Ia mengaku sudah mengutus staf kementerian untuk melakukan inventarisasi terhadap kebutuhan korban gempa Palu, Donggala, dan daerah lain di Sulawesi Tengah, khususnya kalangan anak dan perempuan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini