nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Gaya Orangtua saat Memberikan Makan ke Anaknya, Mana yang Benar?

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 05 481 1960339 4-gaya-orangtua-saat-memberikan-makan-ke-anaknya-mana-yang-benar-OrkYihHhzn.jpg Anak (Feeding my kid)

ORANGTUA kerap mengabaikan gaya memberikan makan kepada anak. Ternyata, hal tersebut memengaruhi kesehatan anak.

Sebuah bukti dalam literature nutrisi masa kanak-kanak mengatakan, gaya memberikan makanan dapat mempengaruhi hubungan anak dengan makanan. Serta, bagaimana perilaku makan mereka.

Ahli diet terdaftar dan ahli gizi anak Jill Castle mengatakan, cara orangtua memberi makan kepada anaknya, sangat tertanam dan mencerminkan pengalaman orangtua dengan makanan saat dirinya masih kecil. Menurut Castle yang juga pencipta Nourished Child Project, terdapat empat gaya memberi makan yang dikenal dan telah dituliskan dalam literatur sains, namun tiga di antaranya berpengaruh negatif terhadap kesehatan emosi dan fisik.

 Baca juga: Jadi Penyanyi Theme Song Asian Para Games 2018, Intip Gaya Sheryl Sheinafia yang Cantik!

Suap Bayi

Gaya memberi makan otoriter

 

Orangtua bersikap otoriter atau mengendalikan. Mereka akan meminta anaknya untuk menghabiskan apa yang telah disiapkannya tanpa mempertimbangkan selera anak.

“Orangtua yang menerapkan gaya makan lebih ketat, termasuk membatasi makanan anak, justru akhirnya menjadi bumerang,” jelas Castle.

Faktanya, dalam sebuah studi yang melibatkan gadis-gadis muda menemukan bahwa mereka yang memiliki ibu yang kerap membatasi makanan justru menjadikan anak-anaknya makan di kala mereka tidak lapar. Akibatnya, kebiasaan itu menjadikan anak mengalami kenaikan berat badan.

 Baca juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali

Gaya memberi makan permisif atau memanjakan

Orangtua yang bersikap longgar terhadap apa yang dimakan anak. “Orangtua agak ragu untuk mengatakan `tidak’ kepada anak-anaknya terhadap makanan di sekitarnya. Mereka hanya sedikit mengontrol terhadap makanan,” imbuh Castle.

Ia mengingatkan justru anak mengalami kesulitan dalam mengatur makanan yang tidak sehat dan anak berisiko mengalami kenaikan berat badan.

 Anak makan

Gaya memberi makan lalai atau tidak terlibat

Orangtua tidak memprioritas makanan, berbelanja makan, dan ini menyebabkan rasa tidak aman bagi anak.

 Baca juga: Deretan Wanita Tercantik Dunia Sepanjang Masa, Siapa Sajakah?

“Ketika seorang anak tidak yakin kapan makan akan disajikan atau tidak bisa mendapatkan cukup makanan atau jenis makanan, mereka dapat menjadi agak fokus pada makanan dan menunjukkan perilaku yang menyebabkan makan berlebihan,” terang Castle.

Gaya berwibawa

Cinta dengan batas Gaya ini merupakan gaya memberi makan kepada anak yang terbaik. Menurut Castle, orangtua memberikan tawaran makan yang terbatas dan tertata, namun masih mempertimbangkan perasaan dan kesukaan anak. Misalnya saja, apakah anak ingin kacang hijau atau brokoli untuk makan malam? Orangtua masih mengendalikan terhadap pilihan makanan, jadi pilihan makanan itu masuk akal,” ujar Castle.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini