nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selfie Dianggap sebagai Masalah Kesehatan di Masyarakat, Mengapa Demikian?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 481 1960344 selfie-dianggap-sebagai-masalah-kesehatan-di-masyarakat-mengapa-demikian-MsVaaJjW22.jpg Selfie (BBC)

SEJAK kemunculan kamera depan di ponsel, swafoto atau selfie menjadi tren tersendiri. Seseorang tidak perlu repot-repot lagi meminta bantuan orang lain atau membawa tripod bila hanya ingin foto sekadarnya untuk dokumentasi pribadi. Terlebih dengan hadirnya tongsis atau tongkat eksis membuat selfie menjadi lebih mudah dan indah.

Akan tetapi, meskipun memiliki sisi positif, selfie juga memiliki sisi negatif. Tak sedikit orang yang berlomba mencari spot foto terbaik untuk selfie tanpa memerhatikan keselamatannya. Berdasarkan laporan terbaru, setidaknya 250 orang di seluruh dunia telah meninggal dunia dalam kurun enam tahun terakhir karena selfie.

 Baca juga: Makan Malam Semakin Greget dengan Sajian Soto Sengkel nan Gurih

Selfie

Laporan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari All India Institute of Medical Sciences. Dalam makalahnya, para peneliti menuliskan kasus selfie mematikan paling banyak disebabkan oleh tenggelam. Penyebab selanjutnya adalah selfie di depan kereta yang sedang melaju atau jatuh dari ketinggian. Hasil ini kemudian diterbitkan dalam Journal of Family Medicine dan Primary Care edisi Juli-Agustus.

"Kematian karena selfie telah menjadi masalah utama pada kesehatan masyarakat. Lebih dari 85% korbannya berusia antara 10 -30 tahun dan India ditemukan memiliki jumlah kematian terkait selfie tertinggi, diikuti oleh Rusia, AS dan Pakistan,” ungkap salah seorang peneliti, Agam Bansal seperti yang dikutip Okezone dari News, Jumat (5/10/2018).

 Baca juga: Momen Mengharukan Prajurit TNI bersama Istri saat Hendak Berangkat ke Medan Perang

Dijelaskan oleh Agam, selfie sebenarnya tidak berbahaya bila seseorang hanya mengambil foto dengan sewajarnya. “Tapi menjadi berbahaya bila selfie itu disertai dengan perilaku berisiko. Satu hal yang paling mengkhawatirkan saya adalah penyebab kematian karena selfie sebenarnya dapat dicegah. Hanya saja sejumlah orang ingin memiliki hasil selfie sempurna agar disukai banyak orang di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya,” tuturnya.

Selfie

Menurutnya, seseorang yang lebih memerhatikan hasil foto ketimbang keselamatan tidaklah masuk akal. Sebab seharusnya ia tidak mengorbankan kehidupan untuk hal sepele seperti selfie. Oleh karenanya Agam berharap agar pemerintah di dunia menerapkan peraturan ‘zona bebas selfie’ di area berbahaya seperti puncak gunung, gedung tinggi, dan perairan.

Baca juga: Intip Cara Bertahan Hidup Prajurit TNI, dari Makan Ular hingga Minum Air Hujan!

Pemerintah Rusia merupakan salah satu contoh yang telah memberikan perhatian lebih kepada selfie. Mereka meluncurkan kampanye "Safe Selfie" dengan slogan "Bahkan satu juta suka di media sosial tidak layak untuk hidup dan kesejahteraan Anda".

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini