nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Bertugas ke Daerah Gempa Bumi Palu, Dianjurkan Minum Obat Anti-Malaria

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 06 Oktober 2018 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 06 481 1960547 sebelum-bertugas-ke-daerah-gempa-bumi-palu-dianjurkan-minum-obat-anti-malaria-6tGjt58YvU.jpg Nyamuk (Foto: Ist)

BANYAK relawan pergi ke daerah Palu, Donggala dan sekitarnya untuk menolong penyintas gempa bumi. Pasti banyak persiapan penting untuk menjaga kesehatan sekaligus pencegahan penyakit, seperti tertular malaria.

Selama ini kawasan Indonesia bagian timur dikenal sebagai wilayah endemis Malaria. Meski kasusnya jarang, karena ada bencana gempa but di daerah Palu, Donggala dan sekitarnya bisa saja ada nyamuk penyebab malaria.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan, nyamuk malaria sangat mungkin dapat berkembang biak di genangan air di sekitar pengungsian atau rumah warga. Karenanya, sebelum pergi ke sana, para relawan, wartawan, serta tenaga bantu lainnya diminta untuk minum obat anti-malaria.

 BACA JUGA:

Manfaat Tak Terduga Memelihara Hewan, Hilangkan Stres hingga Tingkatkan Kekebalan Tubuh!

"Tentu harus kita pahami, daerah Palu adalah daerah endemis malaria. Maka sempatkan minum prophylaxis yaitu obat malaria, meski tidak semua daerah di sana endemis,” kata Anung, saat dihubungi Okezone, Sabtu (6/10/2018).

 

Dia menyebutkan, di beberapa daerah di Sulewesi Tengah, seperti Donggala dan Parigi Moutong, masih tergolong endemis malaria meski rendah. Nah, pada saat perubahan ekosistem pasca-bencana, vektor nyamuk juga akan terpengaruh.

Maka siapapun yang bakal bertolak kesana, terutama dalam jangka waktu lama, harus mewaspadai risiko gigitan nyamuk anopheles. Hal ini tidak boleh diabaikan karena malah bisa merugikan diri sendiri nantinya.

"Vektor ada di mana-mans, juga ada relawan barangkali mereka berasal dari daerah-daerah lain yang carrier. Maka pencegahan harus menjadi perhatian kita semuanya,” terang Anung.

Di samping itu, selama berada di daerah bekas gempa bumi itu sebaiknya maksimalkan penggunaan alat pelindung diri. Seperti sepatu boot, sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung.

Anung menyebutkan, bahwa penggunaan alat pelindung diri itu akan menjadi entry point dari penyakit yang akan dihadapi di sana. Selebihnya adalah soal sanitasi.

Umumnya higienitas sanitasi di daerah Gempa bumi tersebut belum ideal. Bagi siapapun yang pergi ke sana, pastikan selalu menyiapkan air bersih, sampai batas tertentu untuk kepentingan sendiri.

 BACA JUGA:

Ini Alasan Mengapa Kucing Sering Disebut sebagai Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

"Ada juga beberapa cara inovatif seperti menyediakan penjernih air cepat, bukan untuk minum tapi bisa untuk mandi dan cuci. Hal semacam itu bisa dikelola sendiri karena mudah," tutupnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini