nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Gempa di Donggala Khawatir Muncul Malaria, seperti Ini Upaya Pencegahannya

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 06 Oktober 2018 22:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 06 481 1960574 pasca-gempa-di-donggala-khawatir-muncul-malaria-seperti-ini-upaya-pencegahannya-9vxaa4N15U.jpeg Jokowi ke Donggala (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

RUPANYA beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Tengah masih ada yang endemis malaria. Nah, usai bencana gempa bumi dan tsunami besar melanda daerah tersebut, penularan malaria bisa semakin mengkhawatirkan.

Karena pemerintah lewat Kementerian Kesehatan terus berupaya memutus rantai penularan penyakit menular dari vektor tersebut. Sangat mungkin sekali di daerah bekas gempa timbul habitat nyamuk anopheles baru, namun tidak disadari masyarakat.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono, MKes, mengungkapkan, di wilayah Palu dan sekitarnya sangat rawan penularan malaria. Saat ini untuk meminimalisir kejadian itu, timnya tengah melakukan pendataan dan identifikasi lebih lanjut.

 Baca Juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali

"Sekarang ini sedang didata dan baru diidentifikasi. Banyak masyarakat dari daerah endemis malaria mengungsi ke Makassar, Gorontalo, dan sebagainya," ujar dia saat dihubungi Okezone, Sabtu (6/10/2018).

 

Untuk memutus habitat penularan vektor dari lingkungan, pemerintah belum melakukan upaya lebih lanjut. Sebab, saat ini semua relawan dan tenaga kesehatan masih fokus terhadap pencarian korban bencana dan menyelamatkan jiwa mereka.

Meski sudah ditemukan ribuan korban jiwa, namun Badan SAR terus berupaya mencari korban hilang karena tertimbun bangunan gedung atau rumah. Namun demikian, masyarakat serta relawan yang berada di sana diminta untuk meminum obat malaria untuk pencegahan.

"Lingkungan belum sampai kami fogging. Saat ini masih fokus pada SAR. Tapi masyarakat dan relawan dianjurkan minum obat prophylaxis," terang dia.

Sementara itu, sebut Anung, daerah yang masih dinyatakan endemis ialah Donggala, Parigi dan Moutong. Tapi bukan seluruh wilayah desa, kelurahan atau bahkan kecamatan di sana masih banyak rantai penularan malaria.

"Setiap desa semakin harus dicermati. Karena malarianya tidak menyebar ke seluruh kabupaten tersebut," beber dia.

Pasca-gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah itu, Anung memang masih kesulitan menentukan status penyebaran malaria. Untuk memastikan lebih lanjut, dia pun bakal bertolak langsung ke Palu awal pekan depan.

"Belum tahu lagi kondisi (malaria) selebihnya setelah bencana ini. Insya Allah Senin-Selasa saya ke Palu," pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini