nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Metafora Kreasi Fesyen Out of The Box dari Desainer Virgil Abloh

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 08 194 1961092 metafora-kreasi-fesyen-out-of-the-box-dari-desainer-virgil-abloh-A1kSXPxsEP.jpg Virgil Abloh (Foto: GQ)

VIRGIL Abloh adalah desainer generasi muda yang membawa tren streetwear ke ranah fashion mewah. Desainer keturunan Ghana-Amerika Serikat ini menghadirkan streetwear yang berkarakter namun mudah untuk diaplikasikan ke dalam gaya sehari-hari. Laki-laki yang akrab disapa Abloh ini lahir pada 30 September 1980 di Chicago, Amerika Serikat.

Laki-laki yang baru berulang tahun ke-38 tahun ini dibesarkan di Rockford, Illinois, Amerika Serikat. Abloh mendapatkan gelar di bidang teknik sipilnya dari University of Wisconsin Madison dan meraih gelar master dalam bidang arsitektur di Illinois Institute of Technology.

Setelah lulus dari universitas, dia magang di label fashion Fendi di kelas yang sama dengan rapper Kanye West pada tahun 2009. Abloh mengaku bertemu dengan Kanye West dan manajernya, John Monopoly.

BACA JUGA:

 Tren Mistik, Pria-Pria di Thailand Mengecat Kuku untuk Hindari Serangan Hantu Janda

Ditempatkan di kantor perusahaan yang sama, yakni Roma, Italia, keduanya memulai hubungan kolaboratif. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana mereka membawa vibe baru ke studio dan melakukan hal-hal bagus.

Abloh bisa menciptakan metafora dan gaya baru untuk menggambarkan sesuatu yang antik seperti Fendi. Saya mengikuti perkembangan kariernya sejak saat itu,” kata Michael Burke, CEO Fendi, saat itu kepada The New York Times . Setahun kemudian, West menunjuk Abloh sebagai direktur kreatif agen kreatifnya, DONDA.

 

Dia juga diminta untuk membuat suvenir bagi suami Kim Kardashian tersebut. Dia pun akhirnya juga bekerja sebagai direktur artistik konser dunia Kanye West. “Pada tahun 2011 West meminta saya untuk menjadi direktur artistik untuk album Jay-Z / Kanye West 2011, ëWatch the Throneí,” ujar Abloh.

Pada tahun 2012 Abloh meluncurkan perusahaan pertamanya, Pyrex Vision, sebuah butik kecil yang menghadirkan streetwear couture . Abloh membeli pakaian deadstock dari Ralph Lauren seharga USD40 (Rp600.000).

Kemudian dia desain ulang dan ia jual dengan harga USD550 (Rp8,2 juta). Namun, setahun kemudian dia menutup butiknya karena berbagai alasan. Pada tahun berikutnya, 2013, Abloh mendirikan rumah mode pertamanya dan bisnis kedua secara keseluruhan dengan label streetwear high-end , Off-White.

Berbasis di Milan, Italia, dia mendirikan label fashion yang memiliki visi mode multi-platform . “Di Off-White, saya menggabungkan ide-ide streetwear , kemewahan, seni, musik, dan perjalanan.

Saya mendefinisikan label hanya sebagai area abu-abu antara hitam dan putih sebagai warna Off-White,” ujar Abloh. Nama Abloh baru benar-benar dikenal dunia sejak peluncuran label tersebut. Label ini memiliki konsep sebagai high fashion dalam streetwear .

“Saya ingin memberikan sudut pandang saya dan menggabungkan sensibilitas ala jalanan dalam konteks fashion yang pantas. Saya rasa jika bisa menggabungkan keduanya, maka saya akan membuat sesuatu yang menarik,” kata Abloh.

Dalam waktu yang relatif singkat, Abloh pun mulai merealisasikan impiannya agar streetwear menjadi tren fashion global. Abloh pun melihat belum banyak pemain di industri fashion yang mengakomodasi kebutuhan para fashionista kelas atas terhadap streetwear mewah.

“Banyak yang memandang streetwear itu barang murahan. Misi saya adalah menambahkan sentuhan intelektual pada streetwear dan menjadikannya rasional,” ujar Abloh. Pada 2014 Abloh memutuskan untuk membuat label busana Off-White untuk perempuan.

Label busana dengan tagline “I only smoke when I drink” ini ditambahkan dengan desain khasnya berupa garus diagonal bertuliskan Off- White. Para selebriti ternama seperti Beyonce, Gigi Hadid, Bella Hadid, dan Rihanna memuja koleksi Off-White ini.

Baik untuk koleksi pakaian laki-laki maupun perempuan, Abloh selalu menghadirkan cutting yang minimalis dengan twist yang bernapas urban. Latar belakangnya sebagai lulusan Teknik Sipil memberi pengaruh besar pada desainnya yang sesekali dekonstruktif dan asimetris.

Karena itulah, hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, Abloh berhasil menjadi sosok desainer yang diperhitungkan di kancah fashion global. Pada 25 Maret 2018 Abloh secara resmi diangkat sebagai direktur artistik koleksi busana laki-laki Louis Vuitton menggantikan Kim Jones.

BACA JUGA:

 6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Menariknya, dia orang pertama keturunan Afrika untuk memimpin koleksi busana laki-laki label fashion mewah asal Prancis tersebut. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menerima posisi ini. Saya menemukan integritas kreatif adalah inspirasi kunci bagi karya saya. Saya akan mereferensikan karya saya ke tren zaman modern,” kata Abloh.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini