nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anti-Plastik, Kedai Kopi Ini Ganti dengan Singkong hingga Jagung

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 19:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 08 298 1961183 anti-plastik-kedai-kopi-ini-ganti-dengan-singkong-hingga-jagung-qPAocSj63c.jpg Ilustrasi Kopi. (Foto: Okezone)

SEDOTAN plastik masih diandalkan masyarakayt untuk menyeruput minuman. Padahal dampaknya bisa menimbulkan limbah plastik yang berbahaya untuk lingkungan.

Hampir semua coffee shop, kafe, warung kaki lima hingga restoran besar masih menggunakan sedotan plastik tersebut. Sebagai konsumen, seharusnya Anda sadar diri untuk tidak menggunakan lagi karena bisa menyumbang sampah yang sulit diurai lebih banyak.

Menyadari hal itu, nampaknya mulai banyak kafe atau resto yang tidak menyediakan sedotan plastik. Seperti yang dilakukan oleh Starbucks Indonesia.

Baca Juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali

Jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat itu memanfaatkan bahan alam yang mudah diurai untuk menggantikan plastik. Saat Anda membeli aneka minuman di sana, kini disediakan sedotan berbahan dasar kertas yang aman digunakan.

Lalu, kantung plastiknya diganti dengan bio-cassava bag yang terbuat dari singkong, pastinya akan mudah terurai jika dibuang. Sementara itu, untuk sendok, garpu, dan pisaunya akan memanfaatkan bahan dari pati jagung sebagai sumber yang terbaharui, polylactic acid (PLA).

Untuk pengaduk kopi yang sebelumnya menggunakan plastik, nanti bakal diganti dengan bahan kayu. Juga, semua gelas plastik yang digunakan untuk minuman dingin akan diganti dengan gelas daur ulang, dengan komponen yang berbahan recycled poly-ethylene terephthalate (RPET).

Baca Juga: 6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan mengatakan, komitmen penggantian plastik dengan bahan yang ramah lingkungan itu, ditujukan untuk mendukung pemerintah yang menyerukan bebas menggunakan bahan plastik tahun 2020. Di sisi lain, dia juga ingin mengedukasi masyarakat supaya sadar bisa menjaga lingkungan dengan baik.

"Kami menciptakan pendekatan strategis untuk mendukung pemerintah dan otoritas lokal, sehingga semua orang akan sama-sama menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” ujar Anthony Cottan, lewat siaran pers yang diterima Okezone, Senin (8/10/2018).

Wilayah Bali sementara ini jadi sasaran pasar uji coba pemanfaatan 100% bahan daur ulang itu. Di samping itu, kedai kopi andalan anak milenial itu juga mencoba mendaur ulang ampas kopi yang tersedia.

Anthony menyebutkan, ampas kopi yang terbuang, dikumpulkan dan dikirim ke pihak lain, lalu bisa didaur ulang menjadi kompos. Setelah uji coba berhasil, nantinya penyediaan barang daur ulang,

“Bali adalah area dengan jumlah kedai terbanyak setelah Jabodetabek. Tentunya lokasinya sesuai untuk peluncuran aksi besar ini," terang Senior GM PR & Communications Andrea Siahaan.

Setelah uji coba itu sukses, sebut Andrea, barulah penyediaan kebutuhan minum kopi atau teh di kedainya tersedia dalam skala nasional. Masyarakat juga tidak henti-hentinya diedukasi ke depannya. "Kami berharap untuk dapat memperluas cakupan gerakan ini ke skala nasional setelah percobaan di Bali berjalan dengan sukses,” pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini