Share

Pemanis Buatan Ternyata Bisa Ganggu Suasana Hati & Merusak Kekebalan Tubuh, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 08 481 1960953 pemanis-buatan-ternyata-bisa-ganggu-suasana-hati-merusak-kekebalan-tubuh-ini-faktanya-oQxeu4Qx0K.jpg Bahaya pemanis buatan untuk tubuh (Foto:Ist)


JIKA selama ini Anda hanya tahu bahwa pemanis buatan akan merusak gigi, fakta yang satu ini akan membuat Anda semakin "ogah" mengonsumsi pemanis buatan yang banyak terkandung di permen.

Dilansir Okezone dari Bustle, Senin (8/10/2018), penelitian baru-baru ini menjelaskan bahwa pemanis buatan ternyata punya dampak buruk terhadap kesehatan usus Anda. Masalah detailnya adalah pemanis buatan seperti aspartame atau sakarin ternyata memberi dampak negatif pada mikrobiom usus yang mana bakteri tersebut dibutuhkan untuk kekebalan tubuh manusia.

Di lain sisi, penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa pemanis buatan berkaitan dengan terciptanya masalah sindrom metabolik, sekali pun penelitian ini masih perlu didalami lagi. Namun, studi baru ini memberikan wawasan tentang apa yang dilakukan oleh sejumlah kecil mikrobiom usus - ekosistem internal bakteri yang hidup di usus Anda, yang berpotensi memengaruhi segala hal, mulai dari respons kekebalan tubuh hingg suasana hati Anda.

6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Anda harus tahu, pemanis buatan biasanya digunakan pada permen atau camilan manis lainnya yang biasa dimakan anak-anak. Pemanid buatan ini terbentuk dari ekstrak buah yang kemudian kalori di dalamnya sudan sangat rendah.

Nah, keterkaitan antara pemanis buatan dengan kekebalan tubuh adalah kandungan dalam pemanis buatan ternyata merusak mikrobiom usus yang mana bakteri tersebut mempunyai tugas salah satunya adalah untuk menjaga kekebalan tubuh.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan melihat bagaimana enam pemanis yang berbeda, yaitu aspartame, sucralose (atau Splenda), sakarin, neotame (atau Newtame), advantame, dan acesulfame potassium-k (ace-k) dan 10 suplemen olahraga yang berbeda memengaruhi usus.

Penelitian ini tidak dilakukan pada usus manusia. Peneliti menguji pemanis buatan ini dengam bakteri E.Coli yang merupakan salah satu dari 35.000 spesies bakteri yang hidup di usus manusia. Bakteri E.Coli ini kemudian didisain ulang menjadi bioluminescent dan ketika paparan pemanis buatan itu memiliki dampak beracun, bakteri akan menyala. Dan hasilnya menjelaskan bahwa ada reaksi "terang" tersebut.

Lalu, apa teori di balik penelitian ini?

Peneliti ingin melihat bagaimana pemanis buatan bereaksi pada bakteri yang ada di usus manusia. Tetapi hasilnya tidak terlalu positif. Ketika bakteri terpapar pemanis buatan dengan jumlah yang relatif rendah (satu mg per mL) bakteri tersebut tetap 'menjadi beracun', menghentikan aktivitas yang sehat, dan memperlambat pertumbuhan bakteri di usus.

Eksperimen sederhana ini mengungkapkan beberapa hal tentang pemanis buatan yang masih belum kita pahami.

Unik, Kafe di India Ini Pekerjakan Orang Disabilitas Intelektual Sebagai Pekerjanya

Mengapa kemudian pemanis buatan membuat bakteri E.coli beracun? Dan bagaimana mikrobioma usus bereaksi terhadap mereka secara keseluruhan?

Tes menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki sekitar 35.000 spesies bakteri yang hidup di usus mereka dan bakteri ini akan memiliki reaksi terhadap pemanis buatan. Jadi, penelitian ini hanya mengungkapkan sepotong kecil teka-teki yang besar dan rumit selama ini.

Jadi, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan atau minuman dengan jumlah kadar pemanis buatan yang tinggi. Sebab, dampak berbahaya pada usus manusia tetap ada dan Anda mesti mewadpadai hal tersebut sekali pun angkanya masih sangat kecil.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini