nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumsi Vitamin D Tak Berdampak Langsung untuk Kesehatan Tulang, Kok Bisa?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 12:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 08 481 1960993 konsumsi-vitamin-d-tak-berdampak-langsung-untuk-kesehatan-tulang-kok-bisa-7VdBwYNhyR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BIASANYA kita mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang. Selain itu, vitamin ini punya peran penting dalam mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah.

Kalsium dan fosfor sendiri, merupakan dua faktor yang sangat penting untuk menyerap kalsium secara maksimal di usus. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh CNN, melaporkan data dari 81 uji coba yang melibatkan lebih dari 53.000 orang. Tercatat bahwa konsumsi vitamin D tidak memiliki dampak langsung terhadap kesehatan tulang.

"Meta-analisis kami menemukan bahwa vitamin D tidak mencegah patah tulang atau meningkatkan kepadatan mineral tulang, apakah pada dosis tinggi atau rendah," kata penulis utama Mark J. Bolland dari University of Auckland, dilansir Okezone dari Newser, Senin (8/10/2018).

Dia menambahkan, pedoman klinis harus diubah untuk mencerminkan temuan ini. Karenanya, vitamin D membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh, yang sebagian besar vitamin tersebut berasal dari paparan sinar matahari.

Baca Juga: Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali

Tapi, beberapa layanan kesehatan telah lama merekomendasikan orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dengan berbagai alasan. Seperti meningkatkan kepadatan tulang pada orang tua, serta memastikan asupan vitamin D yang cukup.

Meski begitu, studi ini menemukan bahwa suplemen vitamin D dapat membantu dalam beberapa kasus langka. Seperti rakhitis dan osteomalasia, yakni kasus defisiensi vitamin D yang parah, memicu terjadinya pelunakan tulang.

Sayangnya, tidak semua orang yakin dengan temuan bahwa suplementasi vitamin D tidak memiliki dampak positif. Beberapa telah menunjukkan bahwa hanya 6% dari uji coba yang dianalisis mencatat kekurangan vitamin D sebagai masalah.

Baca Juga: Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

"Manfaat kesehatan dari suplementasi vitamin D, cenderung hanya berpengaruh pada orang-orang yang memang dari awalnya memiliki tingkatan yang rendah," kata seorang profesor medis.

Sementara peneliti lain mengatakan, beberapa uji coba yang dianalisis memiliki terlalu sedikit peserta terlalu rendah dosis vitamin D, juga periode pengobatan yang singkat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini