nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berapa Lama yang Dibutuhkan Otak untuk Menyerap Kebiasaan Baru?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 08 481 1961038 berapa-lama-yang-dibutuhkan-otak-untuk-menyerap-kebiasaan-baru-phLLRvtGmD.jpg Fungsi Otak (Diginomica)

MELAKUKAN rutinitas baru tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ada saja keinginan untuk menyerah dan berhenti melakukannya. Sebut saja kebiasaan berhenti merokok, bangun lebih awal karena pindah tempat kerja, harus beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bukan berarti rutinitas tersebut tidak bisa diubah menjadi kebiasaan. Tentu Anda sering mendengar ungkapan, ‘Lama-lama menjadi kebiasaan’, dan ternyata ungkapan tersebut benarlah adanya.

Menurut psikolog klinis Liza M. Djaprie, untuk membentuk rutinitas baru menjadi kebiasaan, maka seseorang harus konsisten melakukannya selama 30 hari. Alasannya karena otak membutuhkan pembiasaan.

Baca juga: Ditemui di Jalanan, Pria Ini Tiba-Tiba Jadi Model Runway Rumah Mode Mewah Dunia!

Mikir

“Ada satu teori mengatakan setelah 30 hari otak itu mulai menyesuaikan sebenarnya. Ketika otak menyesuaikan, tubuh tinggal merespon program yang ada di otak,” ungkap Liza saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.

Dijelaskan lebih lanjut olehnya, 80% orang membutuhkan waktu selama 30 hari untuk melakukan kebiasaan baru. “Tentunya kita tidak bisa memungkiri bila ada yang bisa lebih cepat dari itu, ada yang bisa lebih lambat dari itu. Sebab kemampuan dan kapasitas otak tiap orang berbeda-beda,” imbuh Liza.

 Baca juga: Mal Ini Siapkan Pacar Sewaan untuk Temani Perempuan Kesepian saat Belanja

Rutinitas perlu dilakukan terus menerus secara konsisten dan intens untuk dapat membuat otak menyerapnya. Liza menganalogikan otak manusia seperti spons yang dijual di supermarket.

“Spons saat dibeli kondisinya kering, ketika disiram air dikit-dikit, lama-lama mulai basah semua. Kalau otak ketika ada kebiasaan yang dilakukan perlahan, lama-lama ada satu informasi yang tersimpan. Setelah itu tinggal menunggu waktu pengeluarannya di aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

merokok

Untuk memulai kebiasaan itu, memang diperlukan yang namanya pemaksaan. “Biasanya butuh waktu sekitar 7 hari, itu masa tersulitnya. Tapi tantangan terbesar biasanya ada di minggu kedua karena sudah mulai lelah. Namun tetap harus dipaksa karena lewat dua minggu sudah lebih stabil,” terang Liza. Selain pemaksaan, perlu ada juga support system seperti keluarga dan teman untuk mengingatkan.

 Baca juga: Cara Kemenkes Jaga Asupan Gizi Anak Penyintas Gempa Palu-Donggala

“Setelah itu (kondisinya) akan lebih membaik. Kalau terus menerus konsisten dilakukan selama 30 hari, hari ke 31 sudah menjadi kebiasaan. Cara ini bisa dilakukan untuk semua kebiasaan seperti berhenti merokok, mulai berolahraga, kebiasaan ngemil, dan lainnya,” pungkas Liza.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini