nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Membekukan Calon Janin, Teknologi Terbaru Program Bayi Tabung

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 15:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 08 481 1961078 membekukan-calon-janin-teknologi-terbaru-program-bayi-tabung-R3CNeIU37U.png Ibu hamil (Foto: Wowhealingcenter)

PROGRAM bayi tabung alias IVF bisa menjadi salah satu jalan keluar terbaik bagi pasangan yang telah bertahun-tahun mencoba hamil. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an, IVF telah membantu melahirkan lebih dari 5 juta bayi di seluruh dunia.

Untuk semakin meningkatkan peluang sukses hamil dari metode ini, para pakar mengembangkan teknologi baru yang disebut dengan frozen embryo transfer. Seperti apa prosedurnya, dan apakah lebih manjur daripada program bayi tabung biasa? berikut pemaparannya sebagaimana dikutip Hellosehat.com.

BACA JUGA:

6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Bagaimana prosedur bayi tabung (IVF)?

Metode IVF dimulai dengan mengambil sampel sel telur dari wanita dan sampel sperma dari pria, untuk kemudian digabungkan secara manual dalam kaca petri sampai terjadi pembuahan di luar tubuh.

Sel telur yang sudah dibuahi, kini disebut embrio, kemudian “diinap” selama beberapa hari di laboratorium sebelum akhirnya dimasukkan kembali ke rahim lewat sebuah tabung tipis. Dari sini, embrio akan bertumbuh kembang menjadi janin dan ibu akan menjalani kehamilan seperti pada umumnya.

Proses bayi tabung ini dikenal dengan nama fresh embryo transfer karena embrio yang saat itu sedang bertumbuh dimasukkan langsung ke rahim.

Apa bedanya dengan frozen embryo transfer?

Biasanya, sampel sel telur dan sperma yang diambil dari masing-masing pihak tidak cuma satu. Dari sekian banyak yang terambil, dokter akan memilih beberapa sel telur dan sperma untuk dipertemukan agar sukses menjadi embrio. Dari hasil pertemuan beberapa kloter ini, IVF mungkin saja menghasilkan banyak embrio. Umumnya dokter akan memasukkan satu “kandidat” embrio terbaik yang paling berpeluang tinggi untuk sukses menjadi janin.

Nah, sisa embrio lainnya dapat Anda bekukan dengan bantuan nitrogen cair dan disimpan dalam sebuah freezer khusus bersuhu -200ºC sebagai rencana cadangan. Misalnya apabila embrio yang pertama kali dimasukkan gagal berkembang dalam rahim, atau untuk kehamilan yang berikutnya jika Anda berencana untuk memberikan anak Anda adik-adik kandung.

Metode ini juga bisa Anda pilih untuk rencana mencoba hamil di masa depan apabila saat ini belum siap punya anak atas alasan apa pun. Pilihan membekukan calon janin inilah yang disebut dengan metode frozen embryo transfer. Embrio yang telah dibekukan bisa disimpan hingga bertahun-tahun. Rekor bahkan mencatat seorang wanita melahirkan bayi dari embrio yang telah dibekukan selama 24 tahun.

BACA JUGA:

Tren Mistik, Pria-Pria di Thailand Mengecat Kuku untuk Hindari Serangan Hantu Janda

Frozen embryo transfer mungkin lebih baik daripada IVF jalur biasa

Yang manapun pilihan Anda, keputusan untuk membekukan embrio tambahan ini bisa membantu Anda menghemat waktu, uang, dan — yang paling penting — menyelamatkan diri Anda dari stres fisik dan emosional untuk menjalani program IVF dari awal lagi. Adapun waktu yang dibutuhkan sejak embrio keluar dari freezer hingga siap dimasukkan kembali ke dalam rahim kurang lebih hanya sekitar 40-60 menit.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa peluang sukses hamil dari metode frozen embryo transfer lebih baik daripada memasukkan embrio segar. Berbagai studi lain juga menemukan bahwa transfer embrio beku mungkin memiliki hasil akhir yang lebih baik untuk tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Membekukan embrio sama saja memberi waktu bagi Anda menyiapkan rahim hingga sebaik mungkin untuk memfasilitasi tumbuh kembang bayi yang optimal. Sementara itu juga, embrio yang dibekukan dapat diusahakan agar berada dalam kondisi optimal untuk berkembang. Bakal janin tersebut biasanya akan dibekukan di hari kelima atau keenam setelah pembuahan, ketika embrio sedang berada pada fase terbaiknya untuk berkembang. Beberapa penelitian percaya bahwa embrio yang berhasil bertahan hidup setelah dibekukan bisa lebih kuat.

Rahim yang kuat dan sehat serta embrio yang berkualitas dapat meningkatkan keberhasilan bayi tabung.

BACA JUGA:

6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Apakah sudah tersedia di Indonesia?

Jumlah klinik bayi tabung di Indonesia sampai saat ini ada 27 klinik di 11 kota besar — termasuk Jakarta, Medan, Padang, dan Denpasar. Meski begitu, klinik yang menyediakan frozen embryo transfer masih terbatas pada beberapa tempat tertentu saja mengingat sumber daya dan fasilitas yang juga masih terbatas.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini