nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Berhalusinasi? Awas, Bisa Jadi Terkena Psikosis!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 21:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 08 481 1961233 sering-berhalusinasi-awas-bisa-jadi-terkena-psikosis-tdAASadVHc.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KESEHATAN mental seringkali kurang mendapatkan perhatian lebih. Kebanyakan baru melakukan penanganan bila kondisinya sudah cukup parah. Padahal, sama seperti fisik, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga mental tetap sehat dan mencegahnya mengalami gangguan.

Salah satu gangguan kesehatan mental yang mungkin bisa diderita adalah psikosis. Gangguan ini cukup serius karena biasanya menuntun seseorang seakan mengalami dan menafsirkan realitas yang sangat berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Gejala yang paling sering terjadi adalah halusinasi atau delusi. Bila sudah begitu, biasanya timbul perasaan sangat menakutkan dan sering diperparah oleh perasaan terisolasi karena mereka mengalami sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain.

Halusinasi adalah ketika seseorang mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada. Bentuk yang paling umum adalah mendengar suara. Tapi dalam beberapa kasus orang bahkan dapat mencium dan merasakan hal-hal yang tidak ada. Sedangkan delusi adalah keyakinan atau kesan yang salah dan bertentangan langsung dengan kenyataan.

 

Selain kedua keadaan ini, ada dua gejala lain yang menyiratkan seseorang terkena psikosis yaitu depresi, kegelisahan, kecurigaan, menarik diri dari teman dan keluarga, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, serta pikiran atau tindakan bunuh diri. Penderita psikosis memang seringkali melukai dirinya sendiri atau bahkan mungkin menyakiti orang-orang di sekitarnya jika gejalanya kambuh.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab gangguan mental ini. Namun beberapa faktor seperti gangguan bipolar, depresi berat, skizofrenia, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, perasaan tertekan, efek samping obat, serta tumor otak bisa memicu terjadinya psikosis. Beruntung penyakit ini dapat disembuhkan dengan bantuan tenaga medis.

Ada 3 cara pengobatan utama untuk mengatasi psikosis yaitu obat antipsikotik yang meredakan gejala, terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif (CBT), serta dukungan sosial seperti pendidikan, pekerjaan, dan akomodasi. Pada pasien yang menjalani perawatan dengan obat, biasanya harus rutin diminum selama setidaknya satu tahun.

Sebanyak 50% pasien tetap membutuhkan obat jangka panjang untuk mencegah gejala kambuh. Tapi dalam kasus yang paling ekstrem, seseorang harus dirawat di rumah sakit jiwa karena bisa saja menyakiti dirinya sendiri atau bahkan bunuh diri sehingga harus ditanggapi dengan sangat serius. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Mirror, Senin (8/10/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini